Seling Ponton Sarat Muatan Putus

PUTUS : Ponton sarat muatan mulai terbawa arus akibat seling putus, Kamis (18/6). Foto : Darul Silampari Online

SILAMPARI ONLINE,

EMPAT LAWANG – Seling ponton (rakit) sarat penumpang, penyeberangan warga di Desa Padang Tepong Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, putus, Kamis (18/6) pagi.

Bacaan Lainnya

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, hanya saja kejadian itu sempat membuat panik warga lantaran ponton tersebut membawa 1 unit mobil, 5 unit motor dan puluhan masyarakat yang ikut menyeberang sungai bersama ponton itu.

Informasi yang dihimpun menyebut, kejadian bermula saat aktifitas warga sedang padat. Seperti biasa, sejak jembatan yang menjadi akses penyeberangan warga Kecamatan Ulu Musi dan Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker) putus beberapa tahun lalu, aktifitas warga untuk menyeberang sungai musi terpaksa menggunakan ponton penyeberangan.

Meski berisiko tinggi, warga tidak memiliki pilihan lain, karena akses alternatif penyeberangan atau jembatan lain, jalanya jauh memutar. Saat seluruh penumpang dan sejumlah kendaraan sudah naik, petugas mulai menarik seling untuk menyeberang. Namun saat rakit penyeberangan sudah berada di tengah, tiba-tiba seling pengait ponton putus.

Tak ayal, kejadian itu membuat panik seluruh penumpang rakit, hingga membuat salah seorang penumpang anak-anak ada yang pingsan karena panik. Beruntung warga dengan cepat membantu menepikan rakit yang sarat penumpang tersebut, yang mulai hamyut terbawa arua, sehingga korban jiwa dapat dihindari.

Kepala Desa Padang Tepong,Aprizan membenarkan adanya kejadian itu. Kata dia, seluruh penumpang rakit selamat. “Saat kejadian arus sungai sedang pasang,” ungkapnya.

Disampaikannya, saat ini seluruh kendaraan dan penumpang sudah dievakuasi. Sementara, Camat Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang, Zaili saat dikonfirmasi mengatakan, ponton yang putus seling pengait tersebut biasa digunakan masyarakat untuk menyeberang sungai.

“Kejadian putusnya seling itu terjadi pagi tadi. Alhamdulillah semuanya selamat tidak ada korban, karena rakitnya cepat ditarik eskavator yang lagi kerja di pinggiran sungai musi,” jelasnya.

Terpisah, Camat Paiker Kabupaten Empat Lawang, Noperman Subhi mengatakan penyebab putusnya tali rakit tersebut dikarenakan terlalu banyak muatan sehingga tali seling tersebut tidak bisa menahan beban. Disamping itu menurutnya, ponton itu juga sudah lama dipakai dan perlu diperbaiki. (KHS-06/frz)