Selingkuh Dominasi Cerai Gugat

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : BADRI/HARIAN SILAMPARI</div></small> Kepala pengadilan agama kabupaten Rejang Lebong

Silampari Online,

REJANG LEBONG – Kasus perselingkungan dan masalah ekonomi keluarga mendominasi angka tertinggi perceraian khusus cerai gugat (istri mengguat cerai suami red), tahun 2017 lalu angka kasus perceraian dikabupaten Rejang Lebong, kepahiang mencapai 1200 perkara dan pada tahun 2018 lalu menurun menjadi 906 serta hanya 18 kasus yang tersisa selebihnya sudah diselesaikan.

Muat Lebih

Kepala pengadilan agama (PA) kabupaten Rejang Lebong Drs.Ahmad Nasuha saat dikonfirmasi kamis (17/1) mengatakan menurunnnya angka perkara kasus perceraian yang ada menyusul pada kabupaten Kepahiang sudah memiliki pengadilan agam tersendiri.

“ Dari permohonan perkara percerai yang masuk pada tahun 2018 lalu rata-rata cerai gugat pihak perempuan yang menggugat cerai suaminya dan yang mendominasi permohonan cerai ini adalah factor perselingkungan suami,masalah ekonomi keluarga,perselisihan antar kedua belah pihak termasuk kekerasan dalam rumah tangga,”ungkap Ahmad.

Dijelaskan Ahmad hasil penydidikan rata-rata yang megacukan cerai gugat 30-40 tahun sedangkan umur ditas 50-60 jarang terjadi termasuk pernikahan dini,sedangkan pendidikan paling tinggi SMA dari kasus cerai gugat ini

“ factor pendidikan sangat mempengarui perceraian,bagaimana keduabelah pihak suami –istri menyelesaikan masala keluarganya disamping pengaruh lingkungan tempat tinggal si pemohon perceraian “ terang Ahmad

Sementara itu, kasus pernikahan dini tahun 2018 lalu mencapai 32 kasus menurut undang-undang yang berlaku umur laki-laki minimal 19 tahun dan perempuan 16 tahun atau harus ada dispensasi dari pengadilan agama jika tidak tentunya akan melanggar undang-undang perlindungan anak

“ Kebanyakan pergaulan bebas hamil duluan, pengaruh tehnologi serta digerbek masyarakat karena pergaulannya,pernikahan dini ini sendiri harus ada permohonan dari kedua belah pihak sehingga bisa dinikahkan tentunya melihat dan memprtimbangkan modhoradnya dimasyarakat “ tandas Ahmad.(HS-06)