Setelah Harga, Cuaca Jadi Kendala

SADAP : Salah seorang petani saat melakukan penyadapan getah karet, Senin (5/3). Foto : Nopiriadi/HS.

Silampari Online,

LAHAT – Saat harga karet yang terbilang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keperluan lainya, Petani karet di kawasan jalan lingkar Kota Lahat Kabupaten Lahat malah dipusingkan dengan cuaca yang kurang bersahabat.

“Harga sehat cuaca tak bersahabat, inilah gambaran kami sekarang,” kata Edi salah seorang petani karet, Senin (5/3)

Menurut Edi, kendala jika hujan turun pada saat menyadap getah karet, getah menyatu dengan air hujan. Hal ini akan menyebabkan Kadar Kering atau KK (istilah yang digunakan petani) akan sangat mempengaruhi harga jual juga.

“Kalau langsung ke pabrik di kawasan Palembang Sumatera Selatan Mardek Musi Lestari pabrik pengelolah karet, kadar kering sampai 75 persen dari harga karet,” terangnya saat ditanya harga pabrik, dia enggan menyebutkan.

Sementara Rudi membenarkan kalau soal harga dirinya sudah setuju dan bersyukur untuk saat ini. Namun dirinya juga mengatakan jika cuaca tidak bersahabat maka akan mempengaruhi kadar kering getah yang nantinya dikalikan dari harga karet sebenarnya dan itu jelas memberikan dampak.

“Kan karet jelas kalau kadar keringnya bepengaruh oleh cuaca,  jika hujan jarang mengguyur otomatis Kadar Kering karetpun akan ada perubahan saat dikalikan dengan harga karet,” imbuhnya.

Selain itu, dirinya mengatakan jika terus hujan ia takut bepengaruh juga dengan kesehatan pohon karet yang mau di ambil getahnya.

“Misalnya pohon cepat membusuk dan daun gugur, karetpun bercampur dengan air yang masuk ke tempat penampungan di pohon karet itu sendiri,” tutup Rudi.

Sebagai informasi, untuk besaran harga getah sendiri di seputaran Kabupaten Lahat, saat ini menyentuh hargah Rp7 ribu per kilogramnya. (HS-06)