Setubuhi ABG Berkali-kali dengan Bujuk Rayu

Tersangka Yayan saat diamankan di Mapolres Musi Rawas akibat diduga menyetubuhi anak dibawah umur

SILAMPARI ONLINE

MUSI RAWAS– Supriyanto alias Yayan (32), mendekam di sel jeruji besi Mapolres Musi Rawas. Warga Desa C Nawangsasi Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas ini ditangkap anggota Polres Mura karena diduga mencabuli dan membawa kabur gadis dibawah umur, sebutnya saja Bunga (15), warga Kecamatan Sumber Harta. Tersangka Yayan diringkus ditempat persembunyiannya, Kamis (22/8) sekitar pukul 10.00 WIB, tanpa memberikan perlawanan.
Informasinya, saat itu tersangka Yayan membujuk korban pergi dari rumah, pada 2 Agustus 2019, dari rumah bibinya. Korban diajak nginap ke kamar sewaan-belum diketahui lokasinya-. Di rumah itu, tersangka merayu Bunga dengan mengatakan korban cantik.
Rayuan maut pun berhasil, Bunga mabuk asmara sehingga rela disetubuhi Supriyanto. Selama empat hari pergi, korban terus digauli, yaitu empat kali di kamar sewaan dan sekali di rumah bedeng. Selama membawa korban kabur, tersangka menyuruh korban menelpon bibinya. Korban diminta mengaku berada di Pekanbaru dan akan dikirim ke Batam serta meminta uang.

Muat Lebih

Tapi, niat itu dibatalkan karena takut nomor rekeningnya diketahui keluarga korban. Akhirnya, setelah empat hari dibawa kabur, korban diantar tersangka pulang. Namun diturunkan di dekat rumah bibi korban. Sesampainya di rumah, korban langsung dimintai keterangan keluarganya.

Dihadapan keluarga, Bunga mengaku selama empat hari pergi bersama Supriyanto, selama itu ia juga digagahinya. Bagaikan disambar petir, keluarga korban pun tidak rela Bunga diperlakukan tak senonoh itu. Korban dan keluarganya langsung melapor ke Mapolres Musi Rawas, pada 7 Agustus 2019.
Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Setyo Pranoto didampingi Kasubag humas membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Tersangka diancam melanggar pasal 81 dan atau pasal 82 UU No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.32 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana leboh 5 tahun penjara,” ujarnya. (SO-03)