oleh

Siapa Peluang Figur Dalam Satu Parpol

*Pilkada Lubuklinggau 

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Sejumlah bakal calon yang nantinya bakal maju di pilkada 2024 mendatang, mayoritas saat ini dibicarakan masyarakat yakni para kader-kader partai politik (Parpol).

Sebut saja, ada Hasbi Asadiki, Rodi Wijaya, Kristina (Dari partai Golkar) . Azandri, Suyitno, Rustam Effendi, Riezky Aprilia,Wansari (PDIP). Suhada, Bambang Rubianto dan Merismon (Dari PKS) semuanya menjadi buah bibir di masyarakat. Bahkan timbul pertanyaan ?, siapa berpeluang figur-figur dari satu parpol yang nantinya diusung.

Berbeda halnya dengan partai Gerindra, banyak diprediksi akan mengusung Hendri Aster, Nasdem menjagokan Yoppy Karim, Demokrat ada Hj Yetti Oktarina Prana.

Dimintai tanggapan perihal peluang para para figur dalam satu parpol bakal diusung, Pengamat Politik Eka Rahman mengatakan karena posisi saat ini (lebih kurang 3 tahun lagi) sehingga dirinya belum dapat menggambarkan peta kekuatan sesungguhnya dari figur-figur yang muncul dari satu parpol.

Misalnya, apakah Partai Golkar akan mengusung H. Rodi Wijaya (HRW), Hasbi Assadiki, Kristina atau bahkan kelak muncul figur lain. Demikian halnya dengan PDIP, saat ini agak sulit untuk menebak kontestan jagoan-nya apakah akan mengerucut pada H. Rustam Effendi, Suyitno, Azandri, Wansari (mungkin pula) Riezky Aprilia.

“Berbagai kemungkinan masih terbuka lebar, bagi para figur untuk melakulan tes respon publik,”ungkapnya.

Karena, tambah Eka, nantinya secara internal parpol akan mempertimbangkan antara lain . Apakah dalam jeda waktu tersisa ada musda atau tidak? Siapa saat itu yang menjadi ketua parpol yang bersangkutan?. Karena siapa yang menjadi pimpinan parpol, secara internal punya privilese (hak istimewa) dibanding pengurus lain,”jelas Eka.

Misalnya, lanjut Eka, jika berbicara saat ini peluang HRW untuk diusung Golkar lebih besar dibanding Kristina. Pun demikian terkait ‘tanggung jawab teritorial’ akan lebih mendapat prioritas misalnya dalam konteks Pilkada Lubuklinggau peluang HRW untuk didukung Golkar lebih besar daripada Hasbi Assadiki, meski sama-sama ketua DPD Partai Golkar. Demikian juga peluang Suyitno lebih terbuka untuk didukung dibanding Azandri. PKS juga, akan memunculkan paslon sendiri seperti, Suhada, Merismon maupun Bambang Rubianto untuk ikut kontestasi. Jika menilik saat ini, posisi Suhada secara formal sebagai ketua PKS dengan Bambang Rubianto sebagai tokoh parpol baru yang mulai membangun jaringan lokal, lebih besar dibanding dari Merismon.

Pertimbangannya karena kelak Pilkada serentak Lubuklinggau, Mura dan Muratara, jadi mengapa Hasbi dan Azandri harus ke Lubuklinggau? Lebih baik mereka kembali ke basis dan konsolidasi terhadap siapapun yang didukung parpolnya di daerah itu kelak.

“Secara teknis, siapapun yang akan diusung parpol diatas kelak masih berkutat pada siapa yang memiliki popularitas, akseptabilitas, elektabilitas pada menjelang 2024. Jadi siapapun yang memilki digit popularitas tinggi, punya peluang lebih besar untuk di rekomendasi secara internal, dan ini yang belum bisa di prediksi,”terangnya.

Terkait statemen kesiapan untuk berkontestasi dari beberapa figur di media massa, Eka menafsirkannya sebagai ‘tes modulasi secara dini’, untuk melihat bagaimana respon publik terhadap figurnya dalam Pilkada 2024.(eju)