Sidak, Wawako Palembang Temukan Barang Yang Tak Berlabel

SILAMPARI ONLINE,

Palembang – Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda bersama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang melakukan inspeksi mendadak di Internasional Plaza (IP) supermarket Superindo, Senin (21/9/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam sidak ditemukan sejumlah produk dalam kemasan rusak dan produk lokal seperti makanan khas Palembang tidak ada label izinnya yang sesuai dengan peraturannya yang berlaku.

Fitrianti mengatakan, dari pantauan walau tidak ditemukan makanan yang mengandung zat-zat yang berbahaya formalin, tetapi hal-hal mengenai perizinan juga tidak boleh diabaikan.

“Ada produk yang belum ada mengeluarkan izin dari BPOM jadi produk belum bisa kita jual. ini akan terus kita lakukan mengingatkan seluruh mall-mall yang ada di Kota Palembang untuk berhati-hati dalam menjual apapun baik makanan siap saji, maupun makanan kemasan, “ujarnya.

BPOM Palembang akan terus memantau, mengunjungi dan menyisiri setiap produk-produk makanan yang dijual di pasar untuk memastikan bahwa kondisi makanan yang di jual di kota Palembang sehat.

“BPOM pada saat cek dan ricek tidak ada makanan yang mengandung zat berbahaya maka dari BPOM harus memberikan apresiasi bahwa supermarket disini sudah bebas dari zat-zat yang berbahaya,”tukasnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Palembang, Arofa mengatakan, ada 7 item yang rusak, 7 item yang tidak memenuhi ketentuan izin. Izin yang harus dicantumkan pada kemasan harus sesuai tidak boleh asal cetak. Dari temuan yang didapat jumlah nomor izin P-IRT tidak sesuai dengan ketentuan yakni 15 digit.

“Jumlah nomor izinnya kurang seharusnya 15 angka. Inilah yang harus dicek sehingga harus diamankan untuk sementara waktu dan tak boleh dipasarkan di etalase supermarket. Manajemen tadi sudah kita beri tahu bahwa ini belum boleh dipasarkan begitu juga untuk kemasan rusak,” terangnya.

Lanjut, temuan produk kemasan rusak tadi harus diamankan agar konsumen terlindungi, karena makanan/minuman dengan kemasan rusak dikhawatirkan akan terkontaminasi oleh bakteri.

“Untuk sementara ini sanksi yang diberikan sanksi administratif dulu yang kita berikan,” pungkasnya.(vin)