Simulasikan Penanganan Kebakaran Hingga Ke Puskesmas

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>SIMULASI : </strong> Saat Satpol PP dan Damkar Kabupaten Mura sedang melakukan simulasi dalam sosialisasi dan pelatihan penanganan kebakaran di Puskesmas Muara Beliti.

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mensosialiasikan simulasi penanganan kebakaran di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) Muara Beliti. Tujuannya, untuk memberikan pengetahuan proses penanganan awal kebakaran khususnya menggunakan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (Apar).

Muat Lebih

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Mura, Syamsul Djoko Karyono mengatakan, bahwa tahun ini pihaknya melakukan sosialisasi terkait penanganan kebakaran di tempat-tempat pelayanan publik seperti Kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Puskesmas.

“Dalam sosialisasi ini kami menekankan agar tempat-tempat tersebut harus menyediakan Apar sebagai sarana penanganan bila terjadinya kebakaran,”jelas Djoko sappaan akrabnya kepada Harian Silampari, Minggu (6/1).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa untuk langkah awal pihaknya melakukan sosialisasi di Puskemas Muara Beliti. Dimana, hal ini dilakukan untuk memfasilitasi Puskesmas tersebut mendapatkan akreditasi dari lima Puskesmas lainnya di Mura.

“Sosialisasi dan pelatihan penanganan kebakaran ini disamping sebagai syarat akreditasi tentunya tempat ini salah satu yang dikhawatirkan bila terjadi kebakaran. Sebab, ada masyarakat yang dirawat inap,”terangnya.

Menurutnya kebakaran terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang apa yang menjadi penyebab kebakaran itu sendiri dan salah satunya yakni korsleting listrik. Sehingga, dengan begitu maka setiap memasang instalasi listrik harus dipasang oleh orang yang paham sesuai dengan bahan berstandar untuk keamanan.

“Termasuk setelah membakar sampah maka apinya harus dimatikan. Termasuk, kompor dan ac harus dimatikan ketika jam pulang bekerja dari Puskesmas,”bebernya.

Hanya saja, upaya pencegahan seharusnya ada alat deteksi termasuk di Puskesmas. Sehingga, ketika ada kebakaran atau munculnya asap maka alarm deteks tersebut berbunyi. Kemudian, harus ada jalan evakuasi terhadap pasien.

“Untuk Puskesmas memang dianjurkan membentuk regu petugas penanggulangan kebakaran. Namun, bilamana ada kebakaran maka kita harus tenang dengan berusaha memadam api dengan Apar atau tabung gas,”paparnya.

Terlepas dari itu, tindak lanjut setelah adanya pelatihan penanganan kebakaran ini maka pihaknya akan mengeluarkan surat keterangan selesai mengikuti pelatihan penanganan kebakaran untuk menunjang akreditasi Puskesmas Muara Beliti tersebut.

Sementara itu, KUPT Puskesmas Muara Beliti, Dr Maya menjelaskan, bahwa secara umum sosialisasi dan pelatihan penanganan kebakaran ini disamping untuk keselamatan pegawai dan pasien. Tentunya, upaya untuk melengkapi persyaratan menyongsong akreditasi satu dari lima Puskesmas yang ada di Mura.

“Salah satu syarat standarisasi akreditasi pada elemen wajibnya yakni harus mengikuti pelatihan penanganan pemadam kebakaran serta menyiapkan Apar sebagai alat yang bisa digunakan penanganan awal kebakaran,”pungkasnya. (HS-03)