Siram Tanaman, Andaikan Air PDAM

SILAMPARI ONLINE

PRABUMULIH – Menjaga tanaman di median jalan, tetap tumbuh subur dan tidak mati di musim kering atau kemarau ini. UPTD Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mau harus intens melakukan penyiraman. Supaya, tanaman tidak layu.

Muat Lebih

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Ka DLH), Ir Hj Dwi Koryana melalui Kepala UPTD Pertamanan, A Jauhari ST menerangkan, penyiraman tanaman di median jalan dan taman. Kini dilakukan setiap hari, penyiraman dilakukan setiap malam. “Setiap harinya butuh 10-15 tedmon atau sekitar 3 mobil tangki, untuk menyirami tanaman di median jalan tersebut,” ucap Jauhari, sapaan akrabnya di ruang kerjanya, kemarin (16/9).

Alasan dilakukan penyiraman malam hari, kata Jauhari lebih efektif. Pasalnya, jika diserahkan siang hari cuaca panas lebih cepat menyerap air. “Kalau malam hari, air bisa dihimpan tumbuhan untuk persiapan keesokan harinya. Guna menghadapi cuaca panas dan kering, apalagi curah hujan relatif sedikit,” bebernya.

Sambungnya, kalau sebelumnya penyiraman mengandalkan air sungai. Namun, akunya hal itu tidak bisa dilakukan lagi. Karena, sumber air sungai tersebut telah mengering. “Karena, cukup lama tidak hujan. Sekarang ini, tinggal mengandalkan air PDAM. Sebagai, sumber utama air penyiraman tanaman tersebut,” pungkasnya.

Lanjutnya, perawatan taman baik di media jalan dan lainnya. Ucapnya, setiap harinya kerap dilakukan. Sejumlah petugas pertamanan, terus diterjunkan merawat tanaman agar tetap tumbuh subur. “Kita mengandalkan 1 mobil carry berisi 1 tedmon. Dan, sekitar 47 petugas merawat dan membersihkan taman,” pungkasnya. (03)

*Sumber : Prabumulih Pos