Siswa Merokok, Begini Tanggapan Kepala SMPN 15 Lubuklinggau

Kepala SMP Negeri 15 Lubuklinggau Agus Wahyudin

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU
– Kepala SMP Negeri 15 Lubuklinggau memberikan tanggapan tentang banyak siswa SMP era sekarang yang sudah merokok. Merokok diarea sekolah merupakan salah satu pelanggaran yang mana diseluruh lingkungan sekolah itu harus bebas dari asap rokok.

“Kalau ada siswa kita yang ketahuan dan kedapatan merokok di lingkungan sekolah akan kita panggil dan kita bina,” kata Kepala SMP Negeri 15 Lubuklinggau Agus Wahyudin saat diwawancarai Harian Silampari, Jumat(20/9).

Muat Lebih

Siswa yang kedapatan merokok akan di bina oleh guru piket dan wali kelas yang bersangkutan maupun guru bimbingan konseling. “Seperti itu lah prosedur yang ada di sekolahan kita, terus kita akan memanggil wali murid nya untuk datang ke sekolah bawasannya anak nya ini sudah melanggar aturan di sekolahan kita ini,” ungkapnya.

Bagi siswa SMP Negeri 15 Lubuklinggau yang sudah mendapatkan binaan, siswa tersebut akan diberikan surat perjanjian. “Surat perjanjian yang akan kita kasih untuk siswa itu berupa surat peryataan bawasannya dia tidak mengulangi perbuatan itu lagi, kalau dia masih mengulangi perbuatan itu, kemungkinan isi dari surat itu akan berbeda,”jelasnya.

Jika terjadi berulang kali maka isi perjanjian dalam surat itu akan berubah dan bisa menjadi surat pindah ke sekolah lain maupun surat keluar dari sekolah. “Biasanya kalau untuk surat peringatan itu hanya berisi tidak mengulangi perbuatan itu lagi, karena tanggu jawab sekolah itu kan membina anak, jadi kita tidak bisa langsung memberhentikan, itu lah tanggung jawab kita untuk membina mereka,” ungkapnya.

Yang jelas faktor kenapa siswa smp itu sudah bisa merokok sejak dini karena pergaulan dan lingkungan yang ada disekitarnya. “Kalau untuk diwilayah sekolah, apa lagi disekolahan kami. Seluruh warga sekolah baik itu guru, penjaga sekolah, petugas kebersihan sekolah dan termasuk pengurus kantin kita larang mereka untuk merokok diarea sekolah. Dimana lingkungan sekolah itukan bebas dari asap rokok,” ujarnya.

Intinya kalau siswa kedapatan merokok yang pertama akan diberikan peringakatan dan panggil wali muridnya, jika terus berulang akan dikasih perjanjian yang lebih keras lagi dan yang terakhir kalau memang tidak bisa di bina akan dikemablikan lagi ke orangtuanya.

“Jangan pernah coba-coba, sekali mencoba biasanya susah untuk mundur. Pokoknya untuk seluruh siswa smp 15 lubuklinggau maupun siswa smp lain serta seluruh orang dewasa, jangan coba-coba merokok maupun mencoba narkoba karena sekali mencoba itu susah untuk mundur dan akan terus kecandu,” pungkasnya.

laporan : Fahri (Harian Silampari)
Editor : Agus