SKK Migas – Medco E&P Indonesia Alihkan Pengelolaan Listrik ke PLN

SILAMPARI ONLINE-Program Bright, salah satu program pemberdayaan masyarakat Kontraktor Kerja Sama Migas PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) yang berada dalam wilayah operasi SKK Migas Perwakilan Sumbagsel yaitu berupa penyediaan pasokan energi listrik di Desa sekitar wilayah operasi stasiun Gunung Kembang, Kabupaten Musi Rawas.

Program ini telah berhasil memenuhi kebutuhan listrik di daerah tersebut sejak 2014 hingga kini. Dalam rangka mendukung keberlanjutan penyediaan energi listrik oleh Pemerintah maka Medco E&P bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengalihkan pengelolaan kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN). Peresmian ini disaksikan oleh Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan di Desa Sungai Bunut Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas, Kamis (31/10/2019).

Muat Lebih

Program Bright diinisiasi oleh Medco E&P Indonesia dan SKK Migas pada 2011, saat itu, di desa sekitar Stasiun Gunung Kembang belum teraliri energi listrik. Setelah melalui berbagai persiapan maka pada 2014,  Program Bright mulai mengaliri listrik ke satu desa, yaitu Sungai Bunut.

Pengelolaan serta perkembangan program ini dapat dicapai berkat partisipasi dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Perusahaan Daerah. Pada program ini, Medco E&P Indonesia menyediakan kelebihan  pembangkit listrik di stasiun Gunung Kembang bagi lima desa, yaitu Gunung Kembang Lama, Gunung Kembang Baru, Sungai Bunut, Sungai Naik, dan Pangkalan Tarum.

Hingga kini, program ini berhasil memasok listrik sebesar 900 KVA untuk 696 Kepala Keluarga sehingga turut mendukung Program Percepatan Listrik Masuk Desa yang juga menjadi program Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

General Manager Medco E&P Indonesian West Area Herman Fauzi berharap, program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. “Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih pada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung kelancaran operasional program ini,” ujar Herman Fauzi.

Sementara, Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Adiyanto Agus Handoyo mengapresiasi sinergitas pengelolaan program pemberdayaan masyarakat antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama Migas dan pemerintah.

“Selain itu, program ini turut mendukung target Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yaitu, 100 persen rumah di Indonesia teraliri listrik, ini juga merupakan salah satu wujud nyata dari berbagai efek berganda (multiplier effect) dari kegiatan hulu migas dalam hal memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar daerah eksploitasi dan eksplorasi migas”, ujar Adiyanto.(*)

Sumber: Humas PT Medco E&P Indonesia