SMPN 8 “Berani” Adakan UNBK Mandiri

SMPN 8 Lubuklinggau merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan UNBK secara Mandiri. Tampak situasi sedang melaksanakan simulasi, kemarin (14/2)

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Kemarin (14/2) secara nasional Sekolah Menengah Pertama (SMP) melaksanakan simulasi tahap kedua Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Salah satu sekolah di Bumi Silampari yang melaksanakan yakni SMP Negeri 8 Lubuklinggau. Bahkan sekolah yang beralamat di Jalan Nangka Lintas Kelurahan Ponorogo kecamatan Utara II tersebut melaksanakan secara mandiri.

Muat Lebih

Kepala SMPN 8 Lubuklinggau Niswanti ketika diwawancarai Harian Silampari mengaku simulasi tahap kedua mesti mereka jalankan, karena simulasi UNBK tahap pertama mereka tidak mengadakan,dikarenakan saat itu sekolah ini belum siap.

Dijelaskan Niswanti, ketika UNBK pada waktunya nanti, SMPN 8 bakal menyediakan 60 komputer dan akan digunakan 184 pelajar. Sedangkan saat simulasi seperti sekarang, hanya menggunakan 35 komputer.

“Untuk simulasi kita enam sesion. Mulai pukul 07.30 wib hingga 16.00 wib,”kata Niswanti.

Kemarin, anak didik SMPN 8 mengerjakan dua mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia dan Matematika, mesti dikerjakan selama dua jam. Di hari kedua (hari ini) mata pelajaran Bahasa Inggris dan IPA.

Lebih lanjut Niswanti menuturkan, simulasi menjadi momen bagi anak didik berlatih, bagaimana menjawab soal sosal yang sudah ada dilayar komputer. Sehingga pada waktu UNBK nanti tidak lagi gugup dan tidak percaya diri.  Kemudian, melatih diri, bila saatnya tiba dihadapkan dengan berbagai kendala.“Nah simulasi ini, anak didik mesti belajar, bagaimana mengasah mental dan kesabaran, jika nanti ditemukan kendala, hal sepeti apa yang akan dilakukan, oleh karenanya simulasi ini penting untuk diikuti anak didik,”ujarnya.

Untuk diketahui, tidak banyak sekolah yang melaksanakan UNBK secara mandiri, dikarenakan tidak siapnya sekolah dalam hal sarana prasarana. Namun tidak bagi SMPN 8 Lubuklinggau Dikatakan Niswanti, alasan mereka berani dan siap UNBK mandiri. Karena sekolah mereka awalnya sudah memiliki kesiapan dasar yakni, memiliki beberapa computer. Bahkan SMPN 8 pernah dijadikan tempat untuk Uji Kompentensi Guru (UKG). “Kita pernah jadi tempat UKG, nah kenapa tidak , untuk UNBK kita mesti mandiri, computer kita punya,hanya saja ada beberapa alat yang kita perbaiki. Tapi secara keseluruhan kita siap, dan kita berani,”tegas Niswanti.(HS-09)