Sosok Kepala BPJS Ketenagakerjaan KC Lubuklinggau, Faisal Yamani


Faisal Yamani resmi menjabat Kepala BPJS Ketenagakerjaan KC Lubuklinggau.
Pria kelahiran Palembang 29 November 1977 ini baru menjalankan tugasnya tiga bulan terakhir. Bagaimana langkah-langkah dalam situasi pandemi Covid 19. Berikut Liputannya.

Rah Jainal-Silampari Online

Bacaan Lainnya

Faisal sapaan Faisal merupakan alumni lulusan S2 Magister Management Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang. Dia dikenal baik oleh masyarakat baik pimpinan daerah hingga warga biasa.
Dijumpai di Kantor BPJS Ketenagkerjaan KC Lubuklinggau, Faisal sapaan akrabnya tampak senang dan ramah menyambut, kedatangan tim wartawan Silampari Online. Setelah menjelaskan maksud dan tujuan, barulah Faizal menceritakan sedikit tentang perjalanan karirnya di BPJS Ketenagakerjaan. “Sebelum di Kota Lubuklinggau, Faisal pindah disaat pandemi Covid 19 ini, lebih kurang 3 bulan,” tuturnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sebelum pindah tugas ke Kota Lubuklinggau, awal mula karirnya di BPJS Ketenagakerjaan ini pada tahun 2007-2014 di Riau, kemudian di tahun 2014-201, pindah tugas ke Palembang. “Di tahun 2015-2020 , Saya mengemban tugas di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Enim,” sambungnya.
Ditanya mengenai persiapan new normal, Faisal telah menyiapakan langkah-langkah kongkrit dan strategi pelayanan kedepannya seperti menyiapkan bilik disenfektan, alat pengukur suhu tubuh, sabun cuci tangan dan mengatur tempat duduk atau sosial distancing.
Untuk sistem sekarang kita melakukan pelayanan dgn sistem online arti nya daftar antrian menggunakan online setelah mendapatkan nomor antrian online mereka nantinya kan di telpon oleh petugas, supaya menyiapkan berkas berkas yang diperlukan untuk diverifikasi data dengan datang ke kantor kemudian secara discan yang terkoneksi ke komputer cs.
“Jadi tidak bertatap muka,” ujarnya.
Kemudian ia juga menambahkan semua berkas nanti dikumpul kan dalam dropbox untuk nanti nya akan disemprotkan cairan disenfektan. Semua itu dilakukan untuk kenyaman peserta sendiri agar bersama sama dan bersatu memutuskan mata rantai covid 19 ini. “Saya berharap semua tenaga kerja Lubuklinggau, Mura dan Muratara atau daerah yang masuk KC Lubuklinggau dapat terlindungi dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” harap Pria yang suka bermain alat musik ini.
BPJS Ketenagakerja hadir agar pekerja, setelah mendapatkan perlindungan dari resiko kerja seperti kecelakaan, kematian dan bisa memperoleh manfaat dengan tabungan jaminan hari tua dan jaminan pension. (*)