Stabilkan Harga Pangan dengan Rpk

Sialampari Online

REJANG LEBONG-Perum Bulog Cabang Rejang Lebong membawahi tiga kabupaten di Bengkulu, yakni Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong serta Kepahiang telah mendirikan 786 Rumah Pangan Kita (RPK) yang menyediakan kebutuhan bahan pokok (Bapok) masyarakat.

Muat Lebih

Kepala Cabang Bulog Rejang Lebong, Muhammad Ade Saputra di Rejang Lebong, Kamis (21/11) mengatakan bahwa RPK mereka dirikan itu selain menyalurkan bantuan pangan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga menjual kebutuhan pokok dengan harga murah, seperti beras, gula pasir, minyak goreng kemasan, terigu dan daging beku yang berimbas untuk kestabilan pangan dimasyarakat selain dari operasi pasar.
Menurut Ade Saputra, RPK juga menjadi perpanjangan tangan Bulog dan langsung menyentuh masyarakat dengan menyediakan bahan-bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.
“RPK ini menjual bahan kebutuhan pokok sesuai dengan harga yang ditentukan Bulog, mereka sudah mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli di Bulog,dan harganyapun terjangkau dan selisih lebih murah dari pasaran,” ungkap Ade.
Dijelaskan Ade, keberadaan RPK di tiga kabupaten di bawah naungan Bulog Rejang Lebong terus mengalami peningkatan karena selain menjadi tempat penyaluran BPNT setiap bulannya juga melayani penjualan bahan kebutuhan pokok dengan harga dan kualitas yang sama dengan yang dijual di pasaran.
“Program RPK Bulog dalam tiga kabupaten sampai saat ini sudah terbentuk sebanyak 786 unit, jumlah ini mengalami pertumbuhan yang siginifikan dari tahun 2018 sebanyak 561 unit,” papar Ade.
RPK sudah didirikan ini 408 unit tersebar dalam 15 kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong, kemudian di Kabupaten Kepahiang sebanyak 194 unit, dan wilayah Kabupaten Lebong sebanyak 98 unit.
“Beberapa jenis bahan kebutuhan pokok yang di jual RPK antara lain beras kualitas Premium Rp 10.500 per kilogram. Kemudian beras kualitas medium Rp 8.600 per Kg, gula pasir Rp 12.000 per Kg, minyak goreng kemasan Rp 12.000 per Kg, daging beku Rp 80.000 per Kg dan tepung terigu Rp 8.000 per Kg,” jelas Ade. (HS-06)