Stok Bronjong Atasi Longsor

Silampari Online, 
REJANG LEBONG – Dalam penanganan lokasi longsor, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, selama ini cukup kesulitan menangani hal tersebut karena tidak adanya dana penanganan bencana. Untuk menangani longsor tersebut, hanya bisa distok berubah bronjong yang saat ini jumlahnya terus berkurang karena tingginya peminat.
Kepala BPBD Rejang Lebong, Basuki menyampaikan bahwa, pada APBD-P tahun 2017 lalu pihaknya telah menggarkan penyediaan bronjong pabrikan yang sudah jadi hampir 200 unit, namun sampai saat ini bronjong tersebut sudah habis hingga 100 unit lebih.

“Penanganan longsor taberena sendiri sudah diberikan 100 unit dan ada beberapa usulan yang sudah meminta kembali dan saat ini sudah terpakai 100 unit lebih,” ungkap Basuki.

Muat Lebih

Dijelaskan Basuki, tingginya peminat bronjong ini, lantaran hal inilah yang bisa dilakukan dalam penanganan awal lokasi longsor karena pihak BPBD sendiri tidak bisa melaksanakan perbaikan secara langsung karena tidak adanya saving anggaran dalam penanganan kontruksi longsor secara langsung.
“Untuk ukuran bronjong yang kita sediakan sendiri yakni berukuran tinggi setengah meter, panjang 2 meter dan lebar 1 meter,” terang Basuki.
Tingginya peminat beronjong ini, lanjut Basuki, pihaknya berencana di APBD-P tahun 2018 ini kembali mengusulkan penyediaan bronjong mengingat Kabupaten RL sendiri merupakan daerah rawan longsor dan daerah perbukitan.(HS-05)