Suhu Tubuh 38 Derajat Celcius Dilarang Naik Kereta Api

Passengers wear protective masks inside a crowded train following new cases of coronavirus in Manila, Philippines, March 10, 2020. REUTERS/Eloisa Lopez

SILAMPARI ONLINE,

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop III Cirebon, melakukan upaya preventif untuk menghindari penularan virus corona. Petugas jaga di pintu boarding pass akan memeriksa suhu tubuh penumpang menggunakan thermometer gun.

Bacaan Lainnya

Peraturan tersebut diterapkan Daop III di Stasiun Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang dan Brebes. Pemeriksaan dilakukan ketika calon penumpang hendak melakukan proses boarding atau pengecekan tiket serta kartu identitas. Hasil dari alat ukur, akan diberitahu langsung kepada calon penumpang.

Selain itu, Daop III Cirebon menyediakan hand sanitizer di sejumlah titik area publik stasiun. Kemudian ada tim medis kesehatan stasiun. Mereka siaga untuk membantu proses rujukan ke rumah sakit.

Manajer Humas PT KAI Daop III Cirebon, Luqman Arif menyampaikan, atas rekomendasi petugas kesehatan, calon penumpang dilarang melakukan perjalanan menggunakan KA pada saat pengecekan menunjukan gejala tertentu. Salah satunya adalah suhu badan yang lebih dari 38 derajat celcius. “KAI bertanggung jawab dengan mengembalikan penuh bea pemesanan tiket,” kata Luqman.

Pengembalian tiket juga berlaku bagi calon penumpang beserta pendamping dalam satu kode booking. Maksimal untuk 4 orang. “Jika berbeda kode booking, maka bea tiket yang dikembalikan maksimal hanya untuk 2 orang sebagai pendamping,” imbuhnya.

Luqman menambahkan, pihaknya juga selalu menjaga dan merawat kebersihan sarana serta fasilitas publik secara rutin. Seperti melakukan pencucian interior dan eksterior kereta dengan menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi, yang dilakukan sebelum perjalanan.

“KAI juga menyiagakan petugas kebersihan baik di stasiun maupun selama perjalanan. Bantal yang disediakan di kereta pun selalu dalam kondisi baru tercuci bersih setiap pergantian penumpang,” bebernya.

Luqman mengimbau, para penumpang untuk menggunakan masker hanya ketika sedang mengalami sakit. Seperti batuk, pilek, atau bersin. Diharapkan pengguna jasa kereta api juga turut serta menjaga kebersihan di area stasiun. Seperti tidak membuang sampah dan membuang air liur (meludah) disembarang tempat. (sumber : FIN)