oleh

Sungai Lesing Dibendung Kades, Warga Leban Protes

-Musi Rawas-1.421 Dibaca

Silampari OnlineĀ 

MUSI RAWAS- Warga Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri mendatangi Kantor Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Musi Rawas (Mura). Dimana , kedatangan warga ini untuk memberikan pengaduan sekaligus protes terhadap Sungai Lesing yang dibendung untuk kepentingan kolam ikan.

“Kami datang ke Diskan ini untuk menyampaikan pengaduan terkait Sungai Lesing yang dibendung,”cetus Sudi warga Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri kepada Silampari Online, Kamis (7/1/2021).

Diceritakan ia, bahwa sedikitnya ada empat titik hingga lima titik bendungan sungai lesing. Dimana, bendungan itu dibuat untuk kebutuhan kolam ikan dan ada diantaranya milik Kepala Desa (Kades) Leban Jaya itu sendiri. Sehingga, dengan adanya bendungan ini maka kebun karet miliknya dan warga lainnya tergenang air. Sehingga, dengan begitu maka kebun tersebut tidak bisa disadap sejak tiga tahun terakhir sungai tersebut dibendung.

“Ada lima titik bendungan yang dibuat. Sehingga, dengan kondisi ini maka kebun kami yang ada dihulu tergenang. Karena, bendungan dibuat dengan sekat papan yang dipasang tinggi dan air otomatis meluap,”bebernya.

Menurut ia, masalah ini sebelumnya telah disampaikan dengan Kades Leban Jaya. Namun, sayangnya hingga kini tidak ada penyelesaian sesuai dengan tuntutan agar bendungan tersebut dibuka agar kebun karet tidak tergenang.

“Dulu pernah ada 35 warga pemilik lahan kebun karet yang tergenang mendatangi Kades menyampaikan tuntutannya. Namun, hingga kini apa yang menjadi tuntutan belum juga dipenuhi,”akunya.

Senada disampaikan, Tono dan Min warga yang sama bahwa selama ini mereka bingung harus mengadu kemana. Mengingat, sebelumnya Kades pernah menyampaikan bahwa dibawa kemana masalah ini tidak akan dimenangi oleh mereka. Sebab, 50 meter dari daerah aliran sungai (DAS) tidak boleh ditanami tanam tumbuh termasuk karet.

“Kami ini orang awam pak. Jadi mendengar penjelasan Kades seperti itu kami semakin bingung mau mengadu kemana. Padahal, kebun karet milik kami yang tergenang ini tempat kami mencari nafkah dan jika dibiarkan terus menerus maka kami merugi karena pohon karet tidak bisa disadap akibat tergenang hingga batas pinggang orang dewasa,”papar Tono dan Min.

Terlepas dari itu, pihaknya berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura melalui Diskan dapat menyelesaikan masalah ini terutama membuka bendungan yang dibuat disungai lesing. Jangan sampai, kehadiran kolam ikan ini merugikan warga banyak akibat ulah pemilik kolam dan salah satunya Kadesnya sendiri.

Sedangkan, Plt Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Mura, Ervan Malik mengakui telah menerima laporan warga tersebut dan secepatnya akan turun kelapangan guna memfasilitasi masalah tersebut.

Terpisah, Kades Leban Jaya Kecamatan Tuah Negeri, Beni Afriansyah menjelaskan bahwa sebelumnya masalah ini telah ada upaya mediasi dengan menukar guling kebun warga yang tergenang tersebut dengan yang lain. Namun, dalam mediasi tersebut sehingga belum tidak ada kesepakatan maka belum ada penyelesaian. Namun, kendati begitu ia mengakui memang untuk 50 meter DAS seharusnya tidak boleh ditanam tumbuh. Bahkan, kebun karet yang terendam itu tidak produktif karena tidak pernah dirawat pemiliknya.

“Untuk kolam yang ada di Leban Jaya ini tidak semuanya milik saya. Namun, ada juga milik orang lain dan hanya satu milik saya dan itupun isinya ikan patin,”pungkasnya. (Kris)