Tak Lulus Uji Kompetensi, TKS Pol PP Diberhentikan

Silampari Online, 

MUSI RAWAS– Sedikitnya 121 dari 125 anggota Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dari satuan polisi pamong praja (Sat Pol PP) mengikuti uji kompetensi. Untuk TKS yang tak lulus nantinya akan diberhentikan menjadi anggota. Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar)Musi Rawas (Mura), Syamsul Djoko mengatakan, 121 dari total 125 anggota TKS Pol PP mengikuti uji kompetensi untuk mencari anggota yang terbaik diantaranya yang baik.

Muat Lebih

“Untuk total TKS Pol PP ada 125 dan empat diantaranya tidak hadir sehingga dinyatakan gugur serta diberhentikan menjadi anggota kesatuan,”jelas Syamsul kepada Harian Silampari, Senin (22/1) saat mengawasi uji kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Mura.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dalam pelaksanaan uji kompetensi tersebut akan dipilih 75 TKS yang dinyatakan lulus. Sedangkan, untuk sisanya yang tidak lulus maka akan dikeluarkan atau diganti dengan yang lain dengan membuka perekrutan baru. “Untuk perekrutan baru nantinya syarat harus bisa komputer, tinggi badan 165 cm bagi laki-laki dan 155 cm bagi perempuan serta tahap terakhir tes narkoba,”terangnya.

Menurutnya, dalam uji kompetensi setidaknya ada dua soal yang diberikan kepada peserta untuk dijawab baik bentuk pilihan ganda (Pilgan) maupun essai. Dimana, soal yang diujikan mengenai aturan Sat Pol PP, baik Undang-Undang (UU), Peraturan Gubernur (Pergub), Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup). “Untuk hasil uji kompetensi lulus atau tidak nantinya akan kita umumkan satu minggu kedepan dan sesuai aturan yang tidak lulus akan kita berhentikan,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mura, H Rudi Irawan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengangkatan dan Pemberhentian Pegawai, Widianingsih menjelaskan, uji potensi dilakukan sesuai arahan bupati terkait masalah pemetaan TKS di seluruh OPD.

“Untuk waktu tes diberikan dalam 45 menit. Dimana, hasilnya nanti akan kita sampaikan ke kepala OPD sebagai pertimbangan,”tutur Widianingsih.

Terlepas dari itu, pelaksanaan uji potensi ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan dasar dari TKS melihat uji motivasi, ketelitian, logika berpikir dan pemahaman. Bahkan, uji potensi ini untuk TKS ke tujuh dari keseluruhan 13 OPD. “Intinya, tindak lanjut nanti kita melihat kemampuan TKS untuk nantinya menjadi pertimbangan kepala OPD termasuk kompetensi dan evaluasi kerja,”pungkasnya. (HS-02)