Takut Ditindak Tegas, DPO Curas Menyerahkan Diri

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU-Upaya persuasif dilakukan petugas Polsek Lubuklinggau Utara dalam mengungkap kasus pencurian dengan disertai kekerasan (Curas), berbuah manis. Betapa tidak, satu tersangka Curas yang masuk Dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) menyerahkan diri.

Muat Lebih

Tersangka Peri Irawan alias Peri (17), warga Jln Jambi Lama Rt 05 Kelurahan Tanjung Raya Kecamatan Lubuklinggau Utara 1 Kota Lubuklinggau.

Kejadiannya, Senin tanggal 08 Juli 2019 sekira pukul 19.45 WIB, di Jln Rambutan Lintas Rt. 07 Kel Megang Kecamatan Lubuklinggau Utara 2 Kota Lubuklinggau.

Korbannya, Orlando Kurniawan (25), Mahasiswa Semester Akhir UNIBI Lubuklinggau, Alamat Jln. Meranti No. 68 / 577 Rt. 08 Kel. Tanjung Aman Kec. Lubuklinggau Barat 1 Kota Lubuklinggau.

Dijelaskan Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Horizon Manik melalui press rilis di group Jurnalis Santun, menyebutkan,

Modus Operandinya, pada saat Korban hendak menjualkan 1 unit Handphone merk OPPO F9 warna Hitam melalui lapak jual beli media sosial Facebook, lalu Tersangka Ari Wira Saputra yang sudah lebih dahulu ditangkap(sudah diproses hukum) pada tanggal 22 September 2019 menawarkan kepada Korban hendak membeli Handphone Korban tersebut. Lalu Tersangka Ari Wira Saputra mengajak Tersangka Peri untuk mencuri Handphone Korban tersebut dengan berpura pura membelinya, lalu Tersangka Ari Wira Saputra menemui Korban di lokasi kejadian. Sedangkan Tersangka Peri menunggu sambil melihat situasi dan sudah stand by di atas sepeda motor miliknya.

Setelah Tersangka Ari Wira Saputra mendatangi Korban dan ketika Korban hendak memperlihatkan Handphone tersebut kepada Tersangka Ari Wira Saputra namun langsung merebutnya secara paksa dan langsung kabur melarikan diri membawa Handphone Korban tersebut.

“Tersangka Ari Wira Saputra langsung menyusul temannya Tersangka Peri yang sudah siap untuk kabur,” ujarnya.

Akhirnya kedua Tersangkapun kabur melarikan diri lalu keesokan harinya kedua Tersangka tersebut langsung menjualkan Handphone Korban tersebut seharga Rp. 1.300.000. Kemudian Tersangka Peri mendapatkan bagian dari hasil penjualan Handphone tersebut sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) sehingga atas kejadian itu Korban pun merasa tidak senang dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Lubuklinggau Utara.

Diterangkan Kapolsek, Kronologis Penangkapan, berawal adanya informasi tentang keberadaan Tersangka di sebuah kebun miliknya dan Tersangka bersembunyi di sebuah Pondok di Daerah Sungai Muara Belalau(1 jam jalan kaki ke lokasi) dengan dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara AIPTU Arahmanu, SH bersama dengan Personil unit Reskrim lainnya pada Kamis, 07 November 2019 sekitar pukul 19.00 wib berangkat ke lokasi dengan menyusuri lokasi perkebunan.

Kemudian menyeberangi sungai dan setelah menemukan Pondok Tersangka langsung dilakukan penggerebekan di Pondok Tersangka namun saat itu ia telah mencium kedatangan Petugas hingga akhirnya berhasil melarikan diri. “Kemudian Personil langsung mendatangi rumah Tersangka dan menyampaikan kepada Orang Tua Tersangka supaya menyerahkan anaknya (Tersangka) dari pada nanti ditindak tegas oleh aparat,” ungkapnya.

Akhirnya pada Jumat,08 November 2019 sekitar pukul 14.00 wib Tersangkapun diserahkan oleh pihak keluarganya kepada Pihak Penyidik AIPTU Arahmanu, SH selaku Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara guna mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dilakukannya dan menjalani proses hukum selanjutnya.
“Akibat kejadian itu korban menderita Kerugian Korban :
1 (satu) unit Handphone merk OPPO F9 warna Hitam seharga Rp. 2.800.000,- (dua juta delapan ratus ribu rupiah).

Barang Bukti yang disita, sambung dia,
Satu buah Kotak Handphone merk OPPO F9 warna Hitam Purple Nomor IMEI : 862404040346232, Satu unit sepeda motor Honda Vario warna Biru Putih Nopol BG 2839 GV milik Tersangka PERI IRAWAN. “Barang Bukti disita dalam Berkas Perkara Tersangka ARI WIRA SAPUTRA,” pungkasnya.

Laporan : Agus Hubya Handoyo
Sumber : Polsek Lubuklinggau Utara