Satu Untuk Semua

Tanggulangi Longsor Sementara, BPBD Serahkan Beronjong

77

Silampari Online, 

CURUP UTARA –Penanganan daerah longsor di Desa Tabarena, Kecamatan Curup Utara sangat lamban. Padahal, Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong (RL) sudah berulang kali mengusulkan ke pemerintah, namun belum disetujui.  Kepala BPBD, Basuki S Sos menyampaikan, bahwa, sebelum massa kepemimpinannya di BPBD RL sudah pernah diusulkan melalui APBD namun tidak diakomodir, setelah itu pada tahun 2017 saat kepemimpinan Basuki, pihaknya kembali mengusulkan penanganan kontruksi longsor dilokasi-lokasi lonsor di RL termasuk di Desa Tabarena ke APBN.  “Sudah kita usulkan bahkan sudah berulang kali namun sampai sekarang tidak pernah disetujui,” kata Basuki.

Usulan melalui APBN melalui BNPB tahun 2017 tersebut terkucur dana sebesar Rp 10 Miliar untuk penanganan bencana-bencana yang di RL namun tidak bisa digunakan di lokasi longsor Desa Taberena.  “Kita berikan dana melalui APBN untuk penanganan lokasi bencana sebesar Rp 10 Miliar, namun tidak bisa digunakan untuk Desa Tabarena. Lantaran kawasan ini merupakan kawasan daerah aliran sungai dan hal tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII di Pelambang,” terang Basuki.
Namun pada APBD Perubahan di tahun 2018, usai koordinasi yang dilakukan ke DPRD bahwa penanganan kawasan longsor di Tabarena akan diakomodir dengan usulan pemasangan bronjong. Agar lokasi tersebut tidak kembali longsor. “Kita usulkan kembali hal ini pada APBD-P untuk penanganan fisik, namun penanganan darurat kita berikan bronjong hingga sebanyak 100 unit di lokasi longsor yang bisa diletakkan hingga sepanjang 200 meter dengan bantuan pemasangan gotong royong masyarakat sekitar,” lanjut Basuki.
Sementara itu, pihaknya telah menggelar pertemuan bersama masyarakat setempat dan disaksikan Pemerintahan Kecamatan Curup Utara dan hasil pertemuan ini bahwa BPBD akan menyerahkan beronjong untuk menanggulangi sementara longsor. “Hasil pertemuan masyarakat setempat bersedia gotong royong secara swadaya membangun beronjong di tepi sungai mundu,“ tukas Basuki. (HS-05)

Komentar
Loading...