Target PBB P2 Naik Signifikan

MUSI RAWAS– Target Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB P2), di Kabupaten Musi Rawas (Mura) pada 2020 diprediksi akan naik. Hal itu dikarenakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) akan dievaluasi kembali. “Pada 2020, target PBB P2 akan naik, awalnya Rp5,8 miliar menjadi Rp8 miliar. Hal tersebut seiring akan dinaikkan NJOP,”jelas Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daeah (BPPRD) Kabupaten Mura, Prewaan Novio melalui Kepala Bidang (Kabid) Data Thomas kepada Harian Silampari, Senin (04/11).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, harga tanah ataupun lahan di Mura masih cukup rendah bila dibandingkan dengan wilayah lain. Sehingga, dengan begitu akan dikaji kembali oleh tim dari Universitas Indonesia (UI). “Di daerah kita masih banyak ganti rugi lahan oleh perusahaan, hal itu dikarenakan harga lahan diwilayah kita masih rendah. Minggu depan tim dari UI akan ke Muara Beliti dan Tugumulyo untuk melakukan analisis, jika NJOP naik maka secara otomatis harga tanah akan naik juga,”terangnya.

Muat Lebih

Menurutnya, NJOP di Mura sebenarnya bukan dinaikkan namun menyeimbangkan NJOP dengan wilayah lain. Sehingga, jika NJOP sudah sama maka Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) akan meningkat.
“BPHTB di Mura tidak bisa naik, hal itu dikarenakan NJOP tidak pernah dinaikkan, jika NJOP dinaikan banyak yang diuntungkan,

seperti naiknya harga tanah dan nilai persil tanah di bank juga akan naik,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Mura, Sumarsono melalui Sekretaris, H Yapan Selamet mengakui pihaknya siap berkoordinasi sekaligus bekerjasama dengan BPPRD dalam melakukan penagihan PBB-P2 kepada WP yang ada di Bumi Lan Serasan Sekentenan.

“Pada dasarnya kami siap bekerjasama untuk melakukan penagihan PBB-P2 kepada para WP dalam upaya mencapai target PAD yang dibebankan,”pungkasnya.

Laporan : Krismanto

Editor    : Agus Hubya H