Targetkan 2019 Program KotaKu Selesai

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : AAN/HARIAN SILAMPARI</div></small> Pengunjung yang sibuk berselfi dengan adanya Siring Ngunang program KotaKu Kota Lubuklinggau.

Silampari Online,

PEMERINTAH terus berupaya untuk menciptakan kenyamanan bagi masyarakat Kota Lubuklinggau ataupun sekitarnya. Salah satu program yang diluncurkan yakni melalui program Kota Tampa Kumuh (Kotaku).

Muat Lebih

Di Kota Lubuklinggau terdapat 11 Kelurahan dikatagorikan sebagai kawasan kumuh, salah satunya yakni Kelurahan Jawa Kanan SS Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Untuk mengetahui sejauhmana manfaat dari program Kotaku ini Harian Silampari, Minggu (6/1) menyambangi Kelurahan Jawa Kanan SS yang membawahi 15 rukun tetangga (RT) ini.

Setelah melakukan kunjungan ke kelurahan yang terletak di tengah pusat Kota Lubuklinggau ini dapat ditarik kesimpulan, boleh dikatakan satu lagi tempat tongkrongan baru dan dijadikan lokasi spot foto selfie. Bahkan di lokasi terlihat sudah mulai dikunjungi oleh sejumlah orang.

Dimana di kawasan ini terdapat siring yang memanjang mulai dari RT 01 hingga RT 15, oleh masyarakat setempat diberi nama Siring Ngunang. Nah, di sepanjang siring inilah program Kotaku dilaksanakan.

Kawasan dahulu dinyatakan kumuh, kini telah disulap dengan sejumlah pembenahan fasilitas . Di lokasi tersebut terdapat siring seperti air terjun mini dengan dilengkapi fasilitas tempat duduk dan taman yang diberi nama Taman

Pelangi. Tempatnya asri, alami, cukup tenang dan jauh dari kemaraian.

“Dulu kumuh. Sejak adanya pembenahan, pembukaan jalan, sekarang ramai, terutama disore hari,” kata Radiansyah selaku lembaga keswadayaan masyarakat di kawasan tersebut.

Menurutnya, pembenahan sekitar lokasi masih terus dilakukan secara bertahap. Dan rencananya sekitar lokasi tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau yang asri, juga akan ditanami sejumlah tanaman buah yakni buah pepaya california. Dilengkapi pula mushola.

“Jadi tempat tongkrongan baru. Di samping itu buat komunitas pelopor tempat selfie di sini,” terangnya.

Nazila salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi mengatakan, dirinya baru pertama kali datang kelokasi. sepengetahuannya, memang lokasi tadinya merupakan siring. Bahkan daerahnya terkesan kumuh. Ditambah lagi, sebagian besar pemukiman warga di lokasi itu padat dan berdempetan.

“Tapi kini asyik tempatnya, tenang, santai, bisa duduk-duduk, cari aspirasi. Tinggal dipoles lagi sentuhan-sentuhan inovasi baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Endang, warga RT 01, Kelurahan Jawa Kanan SS di lokasi itu menjelaskan, dirinya senang dengan adanya fasilitas akses jalan sekaligus dilengkapi dengan taman.

“Setidaknya ada ruang terbuka. Kalau dulu kumuh, dulunya siring, bau, banyak tikus. Sekarang tidak lagi,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, warga yang datang cukup banyak disore hari. Rata-rata merupakan remaja yang datang bersama teman-teman mereka. Dan saat ini mulai banyak hasil foto-foto warga yang datang dipasang di media sosial (Medsos).

“Kalau dulu, orang enggan ke sini, namun kini mulai disenangi,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kotaku Kota Lubuklinggau,Triwahyudi mengatakan bahwa pihak nya menarget tahun 2019 ini program KotaKu ini sudah harus selesai. Sehingga, program tersebut terus dilakukan.

“Kalau program ini sudah berjalan sekali 2016 yang lalu. Namun, 2019 ini semuanya sudah harus rampung,” kata dia.

Dikatakannya, kelurahan yang termasuk kawasan kumuh yang sudah di SK kan ada sebanyak sebelas kelurahan. Dari sebelas kelurahan itu yang sudah selesai ada lima kelurahan.

“Yang sudah itu, karya bakti, mesat jaya, mesat seni, Jawa Kanan SS masih tinggal sedikit lagi dan masih ada satu lagi,”pungkasnya.(HS-01)