*Targetkan 77,73 Persen Pemilih

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI</div></small> Andri Affandi Komisioner KPU Lubuklinggau

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU-Melihat hasil parsitipatif pemilih dari tahun 1999 mencapai 92 persen, kalau 2004, 84 persen, 2009 ,71 persen, 2014, 73 persen, menunjukan niat pemiolih dalam pemilu cenderung menurun. KPU Kota Lubuklinggau memiliki tugas berat, bagaimana untuk menaikan tingkat partipatif pemilih di pemilu 2019 ini.

Muat Lebih

Hal ini diakui, Andri Affandi komisioner KPU Lubuklinggau divisi sosialisasi, parmas dan SDM.

KPU mematok diangka 77,73 persen peningkatan peningkatan partisipatif Pemilih pilkada 2019 ini.

“Sudah banyak upaya yang kita lakukan, salah satunya perekrutan relawan demokrasi untuk ikut membantu sosialisasi, apalagi target ini sudah menjadi target nasional,”ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan menyasar seluruh elemen untuk disosialisasikan, tidak terlepas pemilih pemula dan kelompok marginal seperti pengamen untuk menggunakan hak pilih mereka pada pemilu 2019 nanti.

“Relawan relawan akan turun kelapangan, mensosialisasikan agar masyarakat menggunakan hak pilih,”terangnya.

Lanjut Andri, hal lain yang sudah mereka lakukan yakni sosialisasi di lembaga pemasyarakatan, dimana KPU berharap, yang memiliki hak pilih, dapat memilih nantinya tanpa terkecuali.

Dia menambahkan, hasil pilkada sebelumnya juga menjadi referensi komisioner KPU saat ini. “Kinerja komisioner terdahulu kita apresiasi, karena pilkada lalu berjalan dengan lancar tanpa konflik,tentu kinerja kita akan ditingkatkan agar dapat melebihi pencapaian komisioner yang lama,”jelasnya.

Masih kata Andri, ada hal yang menjadi prioritas yang bakal dilakukan pihaknya kedepan, yakni bimbingan teknis kepada KPPS, mengingat pemilu kali ini serentak, sehingga menjadi tantangan lebih besar.

“Surat suara saja ada lima, kemudian banyak form juga yang mesti diketahui KPPS, dan KPPS harus siap dan paham, ini perencanaan kita untuk lebih menguatkan lagi pasukan kita ditingkatan bawah,”jelasnya.

Sementara itu pengamat politik M Fadillah Harnawansyah mengatakan Pemilu 2019 ini memiliki 5 kotak pemilihan mulai DPRD Kab/Kota, DPRD Provinsi, DPD RI, DPR RI dan Presiden.

Sehingga dengan semakin tinggi pihak yang terlibat akan meningkatkan sosialisasi terhadap masyarakat sehingga berdampak pada tingginya partisipasi pemilih terhadap pemilu 2019 nanti.

“Memang target 77,73 persen bukan target yang terlalu tinggi tapi merupakan target yang ideal apabila dilihat dari Pemilu tahub 2014 yang lalu,”ujarnya.

Menurut Fadil, tingginya sosialisasi dan berbarengannya dengan Pilpres maka angka partisipasi diyakini akan semakin tinggi.

“Bisa jadi tingkat partisipasi terhadap Pemilu nanti bisa mencapai 80 persen mengingat tingginya antusias masyarakat terhadap pilpres,”pungkasnya.(HS-02)