Taspen Gelar Rekonsiliasi Premi IWP 8 Persen

Kepala PT.Taspen (Persero) Kantor Cabang Lubuklinggau, Daniel Paruhum Panggabean foto bersama dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan & Asset Daerah Se wilayah Kerja PT Taspen (Persero) Lubuklinggau

JKK dan JKM Serta Evaluasi Sim Gaji

SILAMPARI ONLINE

Muat Lebih

PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Lubuklinggau menggelar Rekonsiliasi Premi IWP 8 Persen, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) Periode Juli-Septemner 2019 serta Evaluasi Sim Gaji Sewilayah Kerjanya.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Ballrom Hotel Dewinda lantai 3 berjalan dengan lancar dan sukses, dengan mengusung tema “Meningkatkan Kerja Sama dalam Ketepatan dan Kolektibilitas Premi IWP 8 Persen, JKK, JKM untuk Kesejahteraan ASN”, Kamis (3/10).

Daniel Paruhum Panggabean

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan & Asset Daerah Sewilayah Kerja PT Taspen (Persero) Kota Lubuklinggau, Kota Pagaralam, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kabupaten Lahat, Empat Lawang, Muara Enim
dan Kabupaten PALI serta Kepala KCP Bank Mandiri Taspen Lubuklinggau, Ridwan Kristiawan.

Sebelum Kepala PT.Taspen (Persero) Kantor Cabang Lubuklinggau, Daniel Paruhum Panggebean memberikan sambutan, sempat berpantun. Pantun yang disampaikan yakni, Merah menyala sibuah seri, Sungguh cantik berseri-seri, Terima kasih ucapan diberi Karena Bapak/Ibu sudi datang ke mari. kemudian, tanam selasih dekat pematang
Awan berarak di senja hari ini, Andai Bapak/Ibu tidaklah datang kesini, Kurang semaraklah acara kami”.
Kemudian, Daniel menjelaskan bahwa tujuan diadakan acara rekonsiliasi dan refreshing SIMGAJI ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka Rekonsiliasi IWP 8% PNS dan iuran JKK-JKM agar dilaksanakan dengan tertib, efektif dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku. Selanjutnya, sebagai sarana untuk mempererat Silaturahmi antar BPKAD Se-Wilayah Kerja PT Taspen (Persero) Lubuklinggau dan Refreshing SIMGAJI sebagai media Sharing Knowledge terhadap kendala atau permasalahan yang terjadi dilapangan dan upaya penyelesaiannya.

Kepala PT.Taspen (Persero) Kantor Cabang Lubuklinggau, Daniel Paruhum Panggabean menundukkan kepala berdoa agar kegiatan rekonsiliasi berjalan dengan lancar dan sukses

Selain itu, Update terbaru terkait Pengelola Program JKK dan JKM bagi Pegawai Non ASN menurut Pendapat Hukum dari Mahkamah Agung RI, Program Royalti yang diberikan kepada Peserta ASN dengan Penggunaan Kartu Taspen.”Terima kasih kepada seluruh Pemerintah Daerah yang selama ini telah menjadi mitra kerja yang sangat baik dan menyetorkan Iuran Wajib Pegawai 8%, JKK dan JKM dengan baik dan tepat waktu, serta dukungan dan arahan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam proses pengelolaan iuran IWP, JKK dan JKM yang dikelola oleh PT TASPEN (PERSERO),”papar Daniel. Lebih lanjut, Daniel menyampaikan penerimaan Iuran Program THT, Pensiun, JKK dan JKM yang diterima Periode Juli 2019 sd September 2019 dari 8 Pemda di Wilayah Kerja PT TASPEN (PERSERO) Lubuklinggau sebesar Rp.36.998.857.824,00 atau sebesar Rp.12.332.952.608,00 per-bulan dengan rincian sebagai berikut, untuk THT sebesar Rp.4.519.925.947,00, Pensiun Rp 6.606.040.635,00, JKK Rp. 302.909.679,00 dan JKM Rp. 904.076.347,00.

Sebelum acara rekonsiliasi dimulai, dilakukan pembacaan doa yang dipimpin oleh karyawan PT Taspen Lubuklinggau, Misbah

Penerimaan premi tersebut sangat dibutuhkan oleh PT TASPEN (PERSERO) untuk pembayaran klim kepada peserta yang mengalami kejadian PMK (Pensiun, Meninggal dan Keluar). “Kedepan kami berharap kepada Pemerintah Daerah untuk penerimaan IWP 8% dapat disetorkan dibawah tanggal 5 setiap bulan dan iuran JKK dan JKM dapat disetorkan kepada PT TASPEN (PERSERO) tidak melebihi tanggal 10 setiap bulannya,”harapannya. Selanjutnya, sambung Daniel Update Aplikasi SIMGAJI saat ini hanya melakukan update mutasi finansial secara manual atas kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat serta mutasi atau Perpindahan tempat kerja.

Kepala PT.Taspen (Persero) Kantor Cabang Lubuklinggau, Daniel Paruhum Panggabean menundukkan kepala berdoa agar kegiatan rekonsiliasi berjalan dengan lancar dan sukses

Kondisi yang diinginkan adalah Aplikasi SIMPEG Pemda yang ada saat ini dapat menghasilkan out put percetakan untuk kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat atau mutasi tempat kerja dan dapat mengirimkan data tersebut langsung ke Aplikasi SIMGAJI. Dan Aplikasi SIMGAJI hanya melakukan approval atau persetujuan atas perubahan data tersebut. Keuntungan yang diperoleh adalah tidak lagi dilakukan mutasi manual, dapat mengurangi kesalahan dalam entry data dan pencetakan daftar gaji otomatis terupdate secara system.

“Dengan integrasi SIMPEG dan SIMGAJI dapat membaca TMT kenaikan gaji berkala yang merupakan sarana penting menghitung kenaikan pangkat dan kenaikan gaji berkala di tahun berikutnya,”ungkapnya. Dikatakannya, SIMGAJI dapat memprediksi anggaran untuk tahun berikutnya berdasarkan informasi tmt gaji berkala tersebut, sehingga Pemda dapat memproyeksikan anggaran lebih presisi berdasarkan pergerakan mutasi di tahun mendatang.

“Dalam upaya Integrasi Aplikasi SIMGAJI dan SIMPEG, bagi Pemda yang berminat dapat mendaftar untuk kami teruskan ke Divisi IT PT TASPEN (Persero) Kantor Pusat,”katanya. Dijelaskannya, hasil temuan Audit BPK Tahun 2018 ditemukan sebanyak 6.400 record data yang kode jiwa gaji tidak sesuai dengan kode jiwa keluarga pada database TASPEN dan hingga saat ini masih tersisa 3.445 record yang perlu penyelesaian.

Para peserta rekonsiliasi menyanyikan lagu Indonesia Raya

Dari hasil analisa, masih banyak data keluarga pada aplikasi SIMGAJI yang kosong sedang pada data gajinya terdapat tunjangan suami/istri/anak, Terindikasi terlanjur bayar karena suami/istri/anak sudah mengalami kejadian meninggal tetapi tidak dilaporkan ke BPKAD/BKD, Terindikasi terlanjur bayar karena anak sudah diatas 21 tahun dan tidak melampirkan Surat Keterangan Kuliah, Umur anak sudah melebihi 25 tahun tetapi masih tertunjang digaji.

Update Pengelolaan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi Pegawai Non PNS dan Non PPPK berdasarkan Pendapat Hukum dari Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor:35/Tuaka.TUN/IX/2019, tanggal 11 September 2019.

Yang dimaksud Pegawai Non PNS dan Non PPPK antara lain pegawai yang saat ini terkenal dengan sebutan tenaga honorer atau sebutan lainnya (Penjelasan pasal 96 ayat (1) PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manjemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Bahwa pegawai Non PNS dan Non PPPK diberi perlindungan berupa manfaat Jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian sebagaimana berlaku bagi PPPK (Pasal 99 ayat (3) PP Nomor 49 Tahun 2018.

Acara rekonsiliasi PT Taspen Lubuklinggau dipandu oleh Alirmanjaya

Pasal 4 PP Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara, yang telah diubah dengan PP Nomor 66 Tahun 2017 peserta JKK dan JKM terdiri dari Calon PNS, PNS dan PPPK. Bahwa pengelola JKK dan JKM adalah PT TASPEN (Persero) sebagaimana dimaksud Pasal 7 junto Penjelasan Umum alinea 4 PP Nomor 70 Tahun 2015. Bahwa berdasarkan penjelasan angka 1 sampai dengan 4 yang berwenang menyelenggarakan Program JKK dan JKM bagi Pegawai Non PNS dan Non PPPK dapat diberikan penjelasan bahwa oleh karena perlindungan berupa manfaat jaminan Kesehatan, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian bagi pegawai Non PNS dan Non PPPK diberlakukan sama seperti PPPK, maka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni PP Nomor 70 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah menjadi PP Nomor 66 Tahun 2017 diberlakukan juga bagi pegawai Non PNS dan Non PPPK.

Kepala PT.Taspen (Persero) Kantor Cabang Lubuklinggau, Daniel Paruhum Panggabean berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum acara dimulai

Dengan demikian, yang berwenang menyelenggarakan/mengelola program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi pegawai Non PNS dan Non PPPK adalah PT TASPEN (PERSERO). “Kami menghimbau kepada Pemerintah Daerah untuk tidak ragu dan segera mendaftarkan Pegawai Non PNS dan Non PPPK dalam Program JKK dan JKM yang diselenggarakan oleh PT TASPEN (Persero),”pungkasnya.

laporan Aan Afriadi
Editor : Agus Hubya