Satu Untuk Semua

Tega, Bayi Perempuan Dibuang ke Semak-semak

Silampari Online,


LUBUKLINGGAU-Pagi itu suasana tampak hening di kawasan Kuburan Cina di Kaki Bukit Sulap. Namun, Rabu (3/1) sekitar pukul 05.23 WIB suasana kesunyian berubah menjadi heboh dan ramai saat seorang warga menemukan sesosok bayi perempuan di semak-semak di bawah Pohon Sawit.  Saat ditemukan seorang mantan atlet silat era tahun 90-91, Bambang Sulistyo. Bayi itu berukuran panjang 49 cm dan berat badannya 2,8 kg baru dilahirkan dan ditemukan terbungkus kantong plastik hitam dengan kondisi tangan dan kaki membiru. Tak seorang pun tahu oleh siapa ataupun kapan ada orang yang sengaja membuang bayi ke semak-semak, karena memang saat itu tak ada suara tangisan yang terdengar di lokasi penemuan yakni Jalan Kali Serayu RT 02, Kelurahan Kali Serayu, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

“Saya sedang tidur di rumah, tiba-tiba ada suara warga (Sairul) memberitahu bahwa ada bayi di semak-semak. Sairul takut mendekat, setelah memberitahu ia ke kebun kopi,” ungkap Bambang sapaan Bambang Sulistyo kepada Harian Silampari, di rumahnya, Rabu (3/1).

Meski rumah Bambang dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) hanya 40 meter, sambung pria bertato di lengan kiri itu, tidak mendengar atau mencurigai seseorang datang membuang bayi. Sebab jalan pelintas kuburan cina tersebut sering dilalui motor warga ke kebun dan perkampungan. “Saya mengajak adik ipar (Beraniat alias Tambi), istriku  Siti Maya mendatangi lokasi penemuan bayi yang dimaksud,” ucapnya.
Setelah mendekat, kata dia, dirinya mendengar dan melihat ada tangisan seperti suara anjing. Setelah dibuka kantong plastik hitam dengan parang yang dibawa, kaget mengetahui bayi tersebut masih bernafas dan menangis kencang.  Dengan sigap, Bambang sekeluarga bayi yang ditemukan itu dibalut dengan kain sarung miliknya dengan tujuan untuk memberikan pertolongan.
Lanjut Bambang,  untuk menghindari hal-hal prasangka buruk, Bambang sekeluarga menyerahkan ke Ketua RT 04 Kali Serayu, Dadang karena terdekat dengan lokasi kejadian. Selanjutnya, bayi itu dibawa ke Rumah Bidan Masdjidah supaya mendapatkan perawatan medis. Tiba di rumah Bidan Masjidah, langsung diberikan pertolongan tim medis dan dikenakan bedong (kain bayi). Tak lama kemudian, kesehatan badan bayi makin membaik.
“Setengah jam saja tak tertolong, bayi itu bisa meninggal sebab kondisinya sangat memprihatinkan. Dan seandainya, saya melihat orang yang buang bayi itu, saya tangkap langsung bahkan saya bacok tangannya, biar kapok. Karena perbuatannya sangat kejam dan biadap,” ungkapnya.

Diberinama Anisa Nurhidayah
SEMENTARA itu,  Bidan Masdjidah saat ditemui di kediamannya dan juga tempat prakteknya, ia baru pulang dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Lubuklinggau melaporkan kejadian dan keberadaan bayi yang diduga hasil hubungan gelap. Bidan Masdjidah mengaku, kondisi kesehatan terus membaik dan direncanakan akan diadopsi keluarganya sesuai mimpinya setahun lalu bahwa akan datang bayi perempuan bernama nisa.


Lanjut Bidan Masdjidah, pihaknya memprediksi bahwa Anisa Nurhidayah itu lahir pada pukul 04.00 WIB, dan bukan anak pertama sebab ciri-ciri dibagian kepala bersih dan bulat. “Ini bukan anak pertama, bisa jadi anak ke dua atau ketiga,” ucapnya.

Wakapolres Lubuklinggau Kompol Andi Kumara membenarkan, adanya penemuan bayi  yang dibuang dekat kuburan cina. Anggotanya, Bhabinkatimas Kali Serayu Brigpol Deden sudah ke lokasi dan melaporkan temuan tersebut.
“Kondisinya membiru dan kedinginan. Dia diselamatkan warga lalu dibawa langsungke Bidan Masdjidah untuk dihangat dan diselamatkan,” terangnya.(HS-01)

Anda Mungkin Menyukai Ini Juga