Tega Gebuki Istri, Ternyata Oknum Pegawai RS Miliki WIL

ilustrasi kdrt. foto net

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU
– Ardiyanto (40) seorang oknum ASN di salah satu Rumah Sakit (RS) yang terletak di Lubuklinggau, Selasa (3/9) malam ditangkap jajaran Satreskrim Polres Lubuklinggau bersama seorang wanita idaman lain (WIL)berinisial YE (38) seorang oknum guru honorer di salah satu SMPN yang diduga selingkuhan Ardiyanto.

Dikutip Mureks.id, Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, melalui Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Rivow Lapu kepada awak media, Kamis (5/9) menjelaskan, jajarannya meringkus kedua pelaku lantaran diduga melakukan tindak kriminal KDRT. Saat diringkus, ujar Kasat, keduanya sedang berada di SMP tempat YE mengajar.

Muat Lebih

“Pelaku YE sendiri merupakan warga Jalan Indah, RT 9, Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Keduanya tak berkutik saat kami amankan,” tegas AKP Rivow, sembari mengatakan bahwa penangkapan kedua pelaku terjadi pada Selasa (3/9) kemarin.

Ditambahkan Kasat, penangkapan tersebut bermula saat pihaknya mendapat laporan bahwa ada seorang korban KDRT berinisial YT yang merupakan istri Ardiyanto pada 17 April 2019 lalu.

“Awalnya karena cekcok mulut antara korban YT dan suaminya Ardiyanto. Ardiyanto yang tidak terima atas ucapan korban dan termakan emosi langsung menerjang perut korban satu kali. Korban langsung terpental terjatuh ke lantai.
Pada waktu bersamaan, YE yang melihat korban terjatuh langsung mengangkat leher korban sambil merangkul dengan menggunakan tangan sebelah kirinya, kemudian YE pun langsung mencakar wajah korban berkali-kali sehingga korban mengalami luka lecet,” beber Rivow Lapu.

Korban yang sakit hati dan tidak terima atas perilaku Ardiyanto dan YE, lanjut dia, langsung melaporkan ke petugas Polres Lubuklinggau untuk ditindak secara hukum yang berlaku. Setelah jajarannya mendapatkan laporan dari korban, sambung Kasat, anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lubuklinggau langsung melakukan serangkaian penyelidikan, sekaligus melaksanakan pemeriksaan dari saksi korban dan saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

“Setelah didapat identitas kedua pelaku, petugas PPA Unit Reskirm dengan dipimpin Kanit PPA Unit Reskrim Polres Lubuklinggau bersama dengan anggota lainnya langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku di lokasi tempat YE mengajar dan langsung dibawa ke ruang Unit PPA Polres Lubuklinggau,” terang Kasat.

Adapun barang bukti yang diamankan petugas PPA Unit Reskrim Polres Lubuklinggau, kata Kasat, berupa satu buku nikah warna hijau dengan nomor 070/20/ll/2010. “Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan fisik dalam rumah tangga dan atau Pasal 170 ayat ( 1 ) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHP. Serta Pasal 170 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP, ” tegasnya. (*)