Tegaskan Korban Tabrak Lari

Silampari Online

LUBUKLINGGAU – Hingga saat ini, Senin (7/10) pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan terhadap kasus yang menewaskan guru Bimbingan Konseling (BK) Eli Heriana (51) yang merupakan guru di SMPN 2 Kota Lubuklinggau yang terjadi pada Rabu (3/10) kemarin.

Muat Lebih

Namun, dari kesimpulan sementara dari hasil penyelidikan dari kasat reskrim, Kapolsek Timur dan Kanit Laka itu adalah tabrak lari. Hal ini ditegaskan oleh Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono kepada awak media, Senin (7/10).

“Jadi siapa yang memberitakan dan informasi dari mana bahwa itu jambret, ini kesimpulan dari mana,”ungkap Kapolres.

Sebab, Kapolres kembali menegaskan bahwa saksi itu cuma ada satu yakni, pedagang bensin yang berada dekat TKP. Namun, setelah ditanya pedagang tersebut bahwa tidak ada tarik-tarikan, malahan saya justru ingin bertanya disitu.

“Makanya dari awal saya meluruskan bahwa itu kesimpulan awal adalah korban tabrak lari. Yang memang sampai sekarang masih proses penyelidikan,”jelasnya.

Jika berfikir logis, sambungnya pertama kejadian tersebut terjadi di depan polsek, kedua kejadian itu dari lampu merah mengarah ke Polsek. “Kalau kita berfikir logika, kok malah dia lari ke arah polsek itu kalau memang dia jambret atau begal,”ucapnya.

Ketiga, tidak ada barang korban yang hilang. Yang keempat, disitu adalah jalur yang ramai bukan sepi. Kelima, kalau itu namanya begal atau jambret adalah sesuatu yang direncanakan.

Kecuali kecelakaan, kalau kecelakaan itu kan orang tidak mengira, orang tidak menduga, orang tidak merencanakan, dan tiba-tiba terjadi kecelakaan. Kenapa dia mengambil lokasi disitu kalau memang dia ingin menjambret.

“Orang wajar kalau motor itu kencang karena, namanya sifat manusiawi, habis menyerempet orang dia kabur. Saksi ketika ditanya dia tidak melihat, dia hanya mendengar dan melihat motor vixion itu kencang,”terang Dwi.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat luas bahwa siapa saja yang mengetahui siapa orang yang mengendarai motor vixion tersebut agar segera melaporkan ke Polres Lubuklinggau.

“Ini berbeda antara kecelakaan dengan kasus tindak pidana. Tindak pidana dalam hal ini adalah jambret dan begal. Sejauh ini perkembangan terkait motor vixion itu masih proses lidik,”pungkasnya.(HS-01)