Teman-teman Ipung Diperiksa Polisi

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono meminta warnet ditertibkan karena buka tidak sesuai aturan

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU – Polres Lubuklinggau terus mendalami penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku pembunuhan Ipung, pemilik salon “Ipung Hair and Beauty Salon di Jl Yos Sudarso, No 70, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

Muat Lebih

“Masih proses, masih diproses lidik tersangkanya,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono.

Sejauh ini pihaknya masih tahap pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Dan hingga Sabtu (24/8) pihak Polres Lubuklinggau telah memeriksa delapan orang saksi. Dari delapan orang saksi tersebut yakni teman-teman dari almarhum, warga sekitar dan pegawai salon.     

“Masih belum ada perkembangan yang signifikan. Tapi prosesnya masih lidik,” jelasnya.   

Sementara itu berdasarkan pantauan dirumah sekaligus tempat usaha salon milik Ipung, Sabtu (24/8) masih dipasang garis police line. Dan sejumlah keluarga termasuk anak dari almarhum Ipung berada didalam rumah tersebut. 

Hal itu diungkapkan Muksin, Ketua RT 11, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I tempat almarhum tinggal. “Bersih-bersih didalam. Ada keluarganya didalam lagi bersih-bersih. Anak-anaknyo lah datang galo. Lah dimakamke kemarin di rupit,” ungkapnya.

Sepengetahuan Muksin, usaha salon yang ditekuni almarhum Ipung sudah puluhan tahun. Dan sosok almarhum Ipung dilingkungan tempatnya tinggal merupakan sosok orang yang biasa saja. “Sosoknya biasa saja, baek. Sering bergaul,” ujarnya. 

Ia mengaku, terakhir melihat almarhum Ipung sehari sebelum kejadian yakni Kamis (22/8). “Aku liat siang, dio ngajak anak buahnyo kesini. Balek jalan-jalan darimano aku dak tahu. Dio bawak ado banci duo ikok kawan dio. Mereka sering kesini,” katanya.

Sedangkan Yeni, pegawai salon Ipung yang juga saksi kemarin ditemui dirumah Ipung menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki firasat apapun sebelum kejadian. “Dak katek ngobrol apo-apo, Dak katek firasat, dak katek apo-apo. Pas dateng, tengok, lah cak itu dio,” jelasnya.

Saat kejadian, Yeni yang datang pertama kali untuk bekerja ke salon. Namun karena pintu belum dibuka, sehingga ia menunggu. Termasuk dengan yang lainnya. “Duduk didepan galo-galo, belum tebukak. Habis itu tengok rame-rame kedalam,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, sosok almarhum Ipung merupakan orang yang baik. Dan sepengetahuannya, almarhum tidak memiliki masalah. “Jam tujuh (malam) biaso totop. Tiap balek dikasih ongkos,” pungkasnya.(HS-01)