Tempat Karaoke Keluarga Ilegal Ditutup

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>TUTUP : </strong> Saat tim terpadu Pemkab Mura sedang berkomunikasi dengan pemilik karaoke keluarga di Megang Sakti I ketika penyegelan sekaligus penutupan tempat tersebut, Senin (21/1).

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Disinyalir menjadi tempat maksiat serta tak berizin, tempat karaoke keluarga yang berada di Megang Sakti I Kecamatan Megang Sakti I ditutup secara paksa oleh tim terpadu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura). Bahkan, ada dua tempat karaoke yang dijadikan sebagai tempat maksiat untuk dilakukan penutupan.

Muat Lebih

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Syamsul Djoko Karyono mengatakan, tim terpadu Pemkab Mura yang terdiri dari Kepolisian, Dandim, PM, Camat, RT, unsur masyarakat melakukan penutupan tempat karaoke keluarga di Megang Sakti I Kecamatan Megang Sakti.

“Untuk penutupan tempat karaoke ini bukan tanpa alasan. Melainkan, disamping belum mempunyai izin tentunya tempat ini membuat masyarakat sekitar resah,”jelas Djoko kepada Harian Silampari, Senin (21/1) usai melakukan penutupan tempat karaoke keluarga bersama tim terpadu sekitar Pukul 12.00 Wib.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa penutupan ini didasari dari surat camat dan pengaduan masyarakat. Bahkan, sebelumnya terlebih dahulu dilakukan rapat yang dipimpin langsung Pj Sekda Mura bersama Kabag Hukum, Ekonomi dan Tata Pemerintah (Tapem) Setda Mura.

“Rapat ini dilakukan membahas penutupan tempat karaoke tersebut. Dimana, hasil rapat tempat ini belum mengantongi izin maka sesuai Perda Nomo 12 Tahun 2016 tentang pencegahan perbuatan maksiat dan Perbup No 33 tahun 2017 tentang Tim maka tempat tersebut ditutup,”terangnya.

Menurutnya, tempat karaoke berupa ruko dua pintu sudah beroperasi sejak September 2018 yang lalu. Dimana, dalam pengoperasiannya tempat ini membuat keresahan ditengah-tengah masyarakat hingga Pukul 00.00 Wib.

“Perlu digaris bawahi tempat ini juga disinyalir terindikasi menjadi tempat maksiat seperti yang dilaporkan masyarakat,”bebernya.

Terlepas dari itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat bilamana ada tempat maksiat atau tempat karaoke ilegal dan membuat keresahan masyarakat maka hendaknya dilaporkan. Bahkan, bila ada oknum yang mengatasnamakan anggota Pol PP untuk memback up dengan meminta jatah atau pungutan untuk jasa pengamanan juga dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Pada dasarnya kedepan kami akan gencar melakukan penertiban tempat-tempat maksiat bersama tim terpadu. Apalagi, sedikitnya ada dua tempat lagi yang akan menjadi target penertiban karena dijadikan sebagai tempat maksiat,”ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Megang Sakti, H Herry Achmadi JS sebelumnya pihak Kecamatan telah menyurati pihak Satpol PP terkait penutupan tempat karaoke tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat yang resah dengan adanya tempat tersebut.

“Kami imbau kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Megang Sakti bilamana akan membuka usaha hendaknya terlebih dahulu mengurusi izin yang sudah ditentukan,”pungkasnya. (HS-03)