Tender Proyek Listrik Diduga Ada Rekayasa

Silampari Online

MUSI RAWAS- Rekanan, Manuferry mengeluhkan pelelangan dilaksanakan Pokja ULP Musi Rawas (Mura). Diduga curang dikarenakan banyak rekanan mengikuti pelelangan tidak dapat mengikuti pelelangan, disebabkan pada dini hari Selasa (22/10) pukul 2.30 WIB Server Pokja ULP Mura error hingga pukul 10.00 WIB.
“Padahal saat itu jadwal penutupan upload dokumen penawaran, dan anehnya setelah jadwal penutupan upload dokumen penawaran server normal kembali. Dan jadwal sudah ke pembukaan dokumen penawaran. Jadi jelas disini Pokja telah melakukan kecurangan di mana diduga secara disengaja server dierorkan. Di mana peserta tidak dapat meng upload dengan pemberitahuan USER DAN Paswoord anda salah itu yang tertayang pada server,” ungkap Efenk, sapaan pria ini, kemarin (23/10).
Ia menyebutkan hal ini bukan hanya dicoba satu perusahan tetapi beberapa perusahaan yang menjadi peserta lelang. Sehingga mengakibatkan peserta lelang bukan ditunjuk dengan kata lain bukan peserta diarahkan untuk mendapatkan paket- paket tersebut ternyata dijegal, untuk tidak dapat mengikuti lelang tersebut.
“Karena dapat dilihat setelah pembukaan dokumen penawaran rata-rata peserta diduga sudah diarahkan yang memasukan penawaran dimonopoli hanya beberapa perusahaan antara lain CV DH, CV SP, CV MK yang memasukan penawaran lebih dari masing-masing 3 (tiga) paket lebih. Selain dari itu mereka sudah diarahkan untuk meng upload dokumen penawaran dilakukan dan telah diatur sebelum dan paling lambat tanggal 20 Oktober 2019, yang telah ditentukan dua hari sebelum penutupan jawal pemasukan dokumen penawaran,” ungkap Efenk.
Masalah ini menjadi perhatian dari Ketua AKLI Musi Rawas Lubuklinggau Muratara (MLM), H Hermansyah Masyaris. Saat dihubungi, ia mengatakan memang betul pada tanggal 20 Oktober 2019 perusahaannya yang dipinjam salah satu kontraktor hanya untuk 1 paket pekerjaan. Beliau melihat di- Email perusahaannya upload dokumen penawarannya dilakukan tanggal 20 Oktober 2019.
Terkait hal itu, Efenk mengaku meminta kepada Pokja ULP Mura untuk membatalkan dan mengadakan pelelangan ulang untuk seluruh paket yang dilelangkan, dikarenakan apabila terjadi SERVER EROR Pokja ULP harus dan wajib memperpanjang waktu untuk memberitahukan via email perusahaan peserta, dan memberikan kesempatan pada peserta lelang dapat mengupload dokumen penawarannya.
“Apabila tidak dilakukan pelelangan ulang maka akan dilaporkan ke pihak yang berwajib baik ke kejaksaan maupun kepolisian. Agar kecurangan Pokja ULP Mura dapat diproses secara hukum dengan membawa bukti-bukti akan diprint out di pembukaan dokumen penawaran puluhan paket tersebut, bukti terjadinya rekayasa dan kolusi setiap paket hanya ada satu peserta yang menawar dan akan dijadikan pemenang. Perlu kami beritahukan bahwa keseluruhan paket yang ditayang sudah kami daftarkan semua dikarenakan dari awal kami sudah memprediksi ada hal yang tidak beres karena perusahaan kelistrikan di MLM hanya ada beberapa gelintir saja, jadi tidak mungkin untuk meng cover puluhan paket yang ditenderkan dengan perusahaan yang ada,” jelas Efenk.
Saat dihubungi salah seorang pejabat di lingkungan Pemkab Mura, meminta agar menemui langsung Kepala ULP Mura di kantor, terkait masalah tersebut. “Kalau ditelpon nanti lain,” sebutnya, kemarin sore, sembari menyebutkan nama kepala ULP yang mengurusi masalah lelang tender kelistrikan tersebut.(Rls/HS-09)