oleh

Terangsang, Ayah Tiri Setubuhi Anaknya Hingga Hamil

Silampari Online 

MUARA ENIM- Seorang ayah berinisial KES (31), warga Dusun III Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim ini harus berusan dengan pihak berwajib. Soalnya pelaku tega menyetubuhi anak tirinya sebut saja Bunga (15) hingga mengandung 6 bulan hasil dari perbuatan pelaku.

Pelaku diamankan Team Rajawali Polres Muara Enim setelah mengetahui keberadaan pelaku di Pasar Burung Lahat, Jum’at (30/4/2021) Sekitar Pukul 11.30 Wib. Saat diamankan pelaku tidak dapat berbuat banyak dan mengakui semua perbuatannya yang ia dilakukan sejak bulan Agustus 2020 hingga bulan April 2021. Selain mengamankan pelaku, diamankan juga barang bukti pakaian baju dan pakaian dalam milik korban.

“Motifnya, pelaku terangsang melihat korban mengenakan pakaian pendek saat sedang berada dirumah. Melihat pertumbuhan pada diri korban, pelaku berniat untuk menyetubuhi anak tirinya tersebut,”kata Wakapolres Muara Enim Kompol Agung Adhitya Pranata SH SIK dan Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Darma SIK SH MH, Senin (3/4/2021).

Dikatakannya, awal kejadian pertama kali terjadi, kata dia, pelaku bersama istrinya berinisial RS (Ibu korban, red) pergi ke kebun hendak menyadap karet. Dalam perjalan menuju kebun itulah pelaku merencanakan akal busuknya untuk menyetubuhi anak tirinya tersebut dengan berpura-pura ketinggakan rokok rumah.

Lantas pelaku meminta izin kepada RS pulang ke rumah untuk mengambil rokok. Sedangkan RS tetap melanjutkan perjalanan menuju ke kebun. Sesampainya dirumah pelaku langsung menemui korban yang tengah berada didalam kamarnya dan langsung melakukan persetubuhan sembari mengancam korban dengan sebilah pisau dam berkata “Kalau dak nuruti aku, ku bunuh galo kamu”.

Acaman pelaku tersebut membuahkan hasil, korban pun ketakutan dan menuruti kemauan pelaku. Usai melakukan hasrat birahinya, pelaku kembali ke kebun menyusul RS untuk menyadap karet.

Tak hanya berhenti disitu, pelaku terus melakukan persetubuhan kepada anak tirinya itu dua minggu sekali sehingga korban hamil dengan umur kandungan 24 minggu.

“Korban takut untuk menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain karena diancam pelaku,” jelasnya.

Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Darma SIK SH MH, menambahkan setelah pelaku mengetahui bahwa korban hamil. Korban tersebut dinikahkan oleh kerabat pelaku di Ogan Ilir (OI) dengan pria pilihan korban.

Setelah dinikahkan, kata dia, suami korban mempertanyakan terkait ketidak perawanan korban dan korban sudah mengaku sudah hamil dan dihamili oleh pelaku. Lantas suami korban melaporkannya ke kepada ibu korban dan suami korban memilih untuk berpisah.

Mengetahui apa yang dialami sang anak, ibu korban RS langsung melaporkan pelaku. Setelah menerima laporan tersebut, Team Rajawali langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku yang tengah kabur.

“Palaku dikenakan pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI No 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku mengakui semua perbuatannya kepada korban.

“Yo pak aku khilaf. La sering pak melakukenyo, tigo kali dikebun selebihnyo dirumah,” aku pelaku ketika dicecar pertanyaan awak media. (Sumeks.co)