Terapkan Fullday, Jadi Model Bagi Sekolah Lain

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>FULLDAY : </strong> Sebagai sekolah rujukan, SMAN 1 Lubuklinggau menjadi satu satunya sekolah yang menerapkan fullday

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Dari seluruh sekolah menengah atas (SMA) dalam wilayah kota lubuklinggau , hanya SMA Negeri 1 (Rujukan) yang menerapkan Fullday.

Muat Lebih

Hal ini disampaikan Kepala SMAN 1 (Rujukan) Zulkarnain diwakili Waka Kurikulum Marsudi didampingi Waka Humas Suparno ketika diwawancarai Harian Silampari, Selasa (22/1).

“Hanya sekolah kita yang melaksanakan fullday jika tingkat SMA,”kata Marsudi.

Diceritakan, awalnya seluruh sekolah menggunakan fullday, namun setelah menjalani satu semester ,ada 8 SMA tidak melanjutkan, hanya SMAN 1 Lubuklinggau saja yang melanjutkan. Selain itu, lanjut Marsudi,fullday juga termasuk program dalam sekolah rujukan.

“Kitakan sebagai sekolah rujukan dan fullday salah satu tuntutan yang ada dalam aturan di sekolah rujukan,”ungkapnya.

Dikatakan sekolah rujukan, karena SMAN 1 telah memenuhi 8 standar pendidikan, yakni standar isi, standar penilaian,standar kompetense kelulusan, standar proses pendidikan,standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, standar pendidik dan kependidikan.

“Sekolah rujukan ini, menjadi model bagi sekolah lainnya,”singkatnya.

Masih kata Marsudi, karena menjadi tuntutan, maka mereka mengikuti apa yang ditetapkan dalam aturan. Agar fullday berjalan efektif, sekolah memiliki strategi yakni memberikan perhatian kepada guru, dengan memberikan insentif untuk guru, namun ini sifatnya bantuan.

Selain itu, jika ada guru yang tidak masuk pada jam fullday, maka guru bersangkutan mesti menyediakan guru pengganti, sehingga KBM tidak ada jam kosong.

“Tapi sebenarnya, kuncinya ada dianak didik, kalau mereka semangat maka guru juga semangat. Kemudian kalau ada guru guru pengganti ,sehingga tidak ada kelas kosong , dan KBM berjalan dengan tertib,”ujarnya.

Fullday berlangsung dari Senin hingga Jumat dan mereka belajar hingga pukul 15.15 WIB. Dan Sabtu libur. Dikatakan Marsudi, ada sisi positif kegiatan fullday yakni ketika sudah pulang sekolah, niat untuk bermain lagi diluar rumah sedikit. “Mungkin karena sudah kecapekan, maka mereka lebih baik untuk beristirahat di rumah,”pungkasnya.(HS-02)