Terapkan Sistem Belajar Secara Kombinasi

SILAMPARI ONLINE,

Musi Rawas-SD Negeri Muara Rengas Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, saat ini sedang melaksanakan Sistem Belajar Mengajar secara Kombinasi untuk Peserta Didik Baru maupun kelas tingkat atas ditahun ajaran 2020/2021.

Bacaan Lainnya

Sistem Belajar Mengajar ini dilakukan oleh Siswa Siswi baru maupun kelas atas, selama kurang lebih 5 minggu terhitung mulai tanggal 13 Juli 2020 sampai dengan tanggal 15 agustus 2020, Sistem Belajar Mengajar secara Kombinasi ini dilakukan dengan menerapkan sistem Daring, Luring, dan Dor to dor, Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Sekolah SD Negeri Muara Rengas, Sri Rahayu, S.Pd ketika diwawancarai Silampari Online mengatakan jadi memang pihak sekolah berinisiatif untuk menerapkan Sistem Belajar Mengajar secara Kombinasi, guna untuk mencegah kebosanan anak-anak belajar di rumah, dan pihak Sekolah juga bersepakat untuk anak yang belajar secara luring dalam satu kelasnya berjumlah 5 orang dengan jam belajar kurang lebih 3 jam, sedangkan untuk Siswa baru itu harus didampingi wali murid untuk mengambil pelajaran yang akan di kerjakan dirumah. Selain itu juga pihak sekolah meminta kepada wali murid untuk membuat surat pernyataan bagi siswa yang belajar secara luring, Pihak sekolah juga tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam sistem belajar mengajar secara Kombinasi ini. Senin (17/8/2020).

Lanjut Sri, dengan sistem belajar mengajar secara Kombinasi ini, guru menggunakan teknis mengajar yang pertama memberi materi, dan yang kedua baru evaluasi dari tugas yang diberikan.

Sri menjelaskan, jika tidak dilakukan sistem belajar mengajar secara Kombinasi ini, pihak sekolah mengalami kendala untuk belajar mengajar secara Daring, yaitu terutama terkendala pada sinyal, dan Hp karena tidak semua siswa atau wali murid memiliki Hp android.

Lanjut Sri, dampak positifnya yaitu dari guru-guru lebih memahami teknologi dan lebih kreatif, sedangkan dampak Negatifnya itu guru kurang leluasa dalam mengajar anak-anak.

Sri dan pihak sekolah berharap, semoga cepat zona hijau agar bisa belajar mengajar seperti biasanya. (Vivin-SO)