Terapkan Sistem Belajar Secara Kombinasi

SILAMPARI ONLINE,

Musi Rawas -SMP N Semangus Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas, saat ini sedang melaksanakan Sistem Belajar Mengajar secara Kombinasi untuk Peserta Didik Baru maupun kelas tingkat atas ditahun ajaran 2020/2021.

Bacaan Lainnya

Sistem Belajar Mengajar ini dilakukan oleh Siswa Siswi baru maupun kelas atas, selama kurang lebih 7 minggu terhitung mulai tanggal 13 Juli 2020 sampai dengan tanggal 2 September 2020, Sistem Belajar Mengajar secara Kombinasi ini dilakukan dengan menerapkan sistem Daring, Luring, dan Genap Ganjil, untuk yang Genap dilakukan pada hari Senin, rabu, dan jumat, sedangkan yang Ganjil itu hari Selasa,Kamis, dan sabtu. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Sekolah SMP Negeri Semangus, Komiah, M.Pd ketika diwawancarai Silampari Online mengatakan jadi memang pihak sekolah berinisiatif untuk menerapkan Sistem Belajar Mengajar secara Kombinasi, guna untuk mencegah kebosanan anak-anak belajar di rumah, untuk meminimalisir kendala-kendala yang di hadapi siswa maupun para guru, pihak Sekolah juga bersepakat untuk anak yang belajar secara luring dalam satu kelasnya dibagi 2 dengan jam belajar kurang lebih satu jam untuk mengambil tugas dan menjelaskan pelajaran yang akan di pelajari di rumah . Pihak sekolah juga tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam sistem belajar mengajar secara Kombinasi ini. Selasa(2/9/2020).

Lanjut komiah, dengan sistem belajar mengajar secara Kombinasi ini, guru menggunakan teknis mengajar yang pertama memberi materi, dan yang kedua baru evaluasi dari tugas yang diberikan, dan belajar secara daringpun menggunakan 3 sistem yaitu menggunakan WA, google classroom, dan zoom.

Komiah menjelaskan, jika tidak dilakukan sistem belajar mengajar secara Kombinasi ini, pihak sekolah mengalami kendala untuk belajar mengajar secara Daring, yaitu terutama terkendala pada sinyal, kuota, dan Hp karena tidak semua siswa atau wali murid memiliki Hp android.

Komiah dan pihak sekolah berharap, semoga sekolahan secepatnya bisa dibuka dengan normal seperti biasanya, supaya sistem belajar mengajar bisa dilakukan secara langsung dengan siswa dan siswa bisa menyerap, menerima pelajaran yang telah diajarkan denga mudah tanpa ada kekhawatiran sedikitpun. (VIVIN)