Terdakwa Zarghifari Sakit, Sidang Dugaan Pengeroyokan Oknum Jaksa Ditunda

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU – Sidang kasus dugaan pengeroyokan seorang Oknum Jaksa AG dengan terdakwa Zarghifari Ketua HIPMI Muratara, Selasa (31/3), ditunda oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau yang diketuai Iman Susanto. Penundaan sidang yang sedianya akan dilakukan dengan metode video konferensi tersebut terpaksa dilakukan lantaran terdakwa tidak hadir di persidangan dengan alasan sakit.

Bacaan Lainnya

Ketua Majelis Hakim Iman Susanto menerangkan, agenda yang akan digelar dalam sidang kali ini adalah mendengarkan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Iman Susanto mengatakan, berdasarkan keterangan tenaga medis Lapas Lubuklinggau, Terdakwa harus menjalani perawatan selama satu hari dan pihaknya akan menunda sidang hingga Rabu (1/4).

“Menurut keterangan dokter yang ada di Lapas Lubuklinggau, terdakwa sejak pagi tadi (kemarin, red) melaporkan ada gangguan kesehatannya di Klinik Lapas.
Untuk itu, tim medis Lapas menyampaikan bahwa Terdakwa membutuhkan waktu satu hari untuk perawatan,” terang Iman Susanto kepada awak media, Selasa (31/3).

Iman menambahkan, jika kesehatan terdakwa membaik, maka pihaknya akan melanjutkan persidangan. Namun, lanjut dia, kalau kondisi terdakwa masih belum pulih maka tim medis Lapas Lubuklinggau harus membuat surat keterangan sakit dan diserahkan ke PN Lubuklinggau.

“Pihak tim medis Lapas Lubuklinggau akan kami minta untuk membuat surat keterangan sakit untuk terdakwa dan keterangan berapa hari terdakwa pelu menjani perawatan,” ujarnya.

Sementara itu, pihak JPU dan Penasihat Hukum terdakwa, terlihat menyetujui keputusan penundaan sidang tersebut hingga kondisi terdakwa benar-benar pulih.

Untuk diketahui, sebelumnya seorang Oknum Jaksa berinisial AG melaporkan terdakwa atas dugaan pengeroyokan yang terjadi di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM) di Lubuklinggau.

Peristiwa itu sendiri, terjadi pada hari Kamis, 23 November 2019 lalu. Atas laporan tersebut, terdakwa ditahan sesuai dengan Surat Perintah Penangkapan nomor SP.Kap/28/II/2020/Reskrim tertanggal 20-21 Februari 2020. (*)