Terendam Banjir, Warga Karang Dapo Ngaku Hal Biasa

SILAMPARI ONLINE,

MURATARA-Setelah beberapa hari lalu Desa dan Kelurahan Karang Dapo Kabupaten Muratara di rendalm banjir, kali ini banjir datang lagi dengan ketinggian sekitar 50 sampai 60 Centi Meter, (Minggu,9/2/2020)

Bacaan Lainnya

Akibat luapan Air Sungai Rawas, dan di dorong dengan intensitas tingginya curah hujan akhir-akhir ini ,membuat beberapa desa di bagian bantaran sungai rawan banjir.
Berdasarkan hasil pantauan wartawan Harian Silampari di lapangan bajir yang merendam pemukiman warga Kelurahan dan Desa Karang Dapo, masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Mulai dari datangnya bajir malam tadi , sampai dengan saat ini air terus berangsur naik, jika sekitar pukul 6:00 wib tadi kedalam air sekitar 30 cm, kemudian pada pukul 10:10 Wib kedalaman air sekitar 50-60 cm.

Seperti yang di ungkapkan oleh Anggun (28) warga Desa karang Dapo satu, jika beberapa waktu Lalu desa dan kelurahan sempat di rendam banjir sekitar satu meter lebih, namun kali ini banjir yang datang karena luapan air sungai Rawas sekitar 50-60 Cm.

Berdasarkan pengalaman yang pernah dialami di tahun-tahun sebelumnya, jika air banjir itu sudah dua sampai tiga kali dengan volume air tidak terlalu tinggi, maka ada kemungkinan besar akan terjadi banjir Bandang, dengan rata-rata kedalam satu sampai dua meter.

Memang bencana seperti ini sudah menjadi hal yang biasa dan masyarakat tidak terlalu khawatir, namun yang ditakutkan jika banjirnya lebih dari dua atau tiga hari. “Otomatis aktivitas warga terhenti dan tidak bisa kemana-mana,” tutur Anggun.

Kemudian saat di konfirmasi terpisah melalui via telpon, kepala desa (Kades) karag Dapo, Umar Aziz mengatakan , banjir ini kali keduanya datang ke desa Karang Dapo, namun belum terlalu tinggi volume dari air.

Air kiriman dari hulu datang sekira pukul 03:00 dini hari, untuk saat ini kondisi banjir masih tergolong aman .

Meskipun dari sekian banyaknya kartu keluarga (KK) belum ada yang mengeluhkan dampak dari bencana tersebut dan masih tergolong aman, masyarakatpun masih bisa untuk beraktivitas.
(AkaZz)