Terkendala Tidak Ada Psikolog

Silampari Online

REJANG LEBONG – Penanganan penderita orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Rejang Lebong saat ini terkendala oleh ketiadaan tenaga psikolog dan hanya bisa difasilitasi mendapatkan penanganan di (RSJKO) rumah sakit jiwa dan ketergantungan obat.

Muat Lebih

Kepala Dinas Sosial Rejang Lebong Zulfan Efendi di Senin (7/10) mengatakan Para penderita gangguan jiwa atau mereka sebut ODGJ saat ini masuk dalam kelompok penyandang disabilitas mental, yakni para penderita ini semuanya sudah memiliki kartu BPJS kesehatan atau KIS khusus ODGJ sehingga bisa mendapatkan pengobatan untuk penyembuhan secara gratis.

“Salah satu kendala yang kita hadapi ialah belum adanya psikolog kabupaten sehingga kita hanya bisa memfasilitasi berobat ke RSJKO Bengkulu jika kita menemukan ODJG dan membantu kepengurusan BPJS kesehatan,” terang Zulfan.

Jumlah penderita gangguan jiwa yang sudah mereka tangani terhitung Januari sampai akhir awal Oktober ini sudah ada 27 orang dan 1 orang di Kecamatan PUT masih dipasung dan tinggal menunggu kelengkapan berkas untuk dikirim ke RSJKO Bengkuku.

“Mereka ini adalah penderita kambuhan sehingga jumlahnya hanya itu-itu saja, mereka kita bantu untuk penyembuhan. Kita minta warga yang memiliki anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa agar melapor kepada kita sehingga bisa kita berikan penanganan,” papar Zulfan.

Selain itu, kalangan warga Rejang Lebong memiliki anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa untuk tidak dipasung atau dikurung karena melanggar HAM, para penderita ini harus diberikan pengobatan sehingga bisa sembuh.

“Silakan lapor ke dinsos jika masyarakat ada yang melihat ODJG yang dipasung oleh keluarganya agar segera mendapat pengobatan yang akan difasilitas kita, apalagi target kita tahun ini Rejang Lebong bebas dari pasung,” pungkasnya. (HS-06)