Terpantau 62 Hot Spot

Silampari Online

MUSI RAWAS- Gelombang titik panas atau Hot Spot di sejumlah Kecamatan Bumi Lan Serasan Sekentenan tahun ini terus bertambah. Bahkan, delapan bulan terakhir setidaknya ada 62 Hot Spot terpantau.

Hal ini disampaikan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Paisol melalui Kasi Logistik dan Kedaruratan, Eko kepada Harian Silampari, Minggu (4/8). Dijelaskannnya bahwa, berdasarkan data dari Lapan dan Pusdalops BPBD Provinsi Sumsel sejak Januari-Agustus tahun ini sedikitnya ada 62 Hotspot yang terpantau di Mura.

“Hotspot ini ada disebabkan karena pembakaran dan ada juga dari titik panas. Sebab, jika dilihat dari confidence atau akuratisasinya diatas 80 persen kemungkinan besar ada titik api. Namun, jika dibawah itu baru titik panas,” jelasnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, personil TRC BPBD langsung turun door to door ke pemukiman masyarakat mensosialisasikan pelarangan pembakaran hutan dan lahan (Karhutla). Termasuk, membentuk posko karhutla.

“Personel TRC juga melakukan pemasangan banner di sejumlah titik di pemukiman, tempat umum dan lainnya agar masyarakat mengetahui larangan karhutla,”terangnya.

Menurutnya, adanya sosialisasi ini agar tidak ada masyarakat yang melakukan pembakaran hutan dan lahan apapun bentuknya baik untuk pembukaan lahan pertanian, perkebunan ataupun lainnya.
“Sangsi tegas bagi pelaku pembakaran dan pemilik lahan sudah ada yang diproses secara hukum oleh aparat kepolisian,”tuturnya. Selain itu, pihaknya gencar turun mencegah agar tidak ada pembakaran hutan dan lahan. Karena, jika tetap dilakukan sangsi hukum diterapkan.

“Kita ingin masyarakat paham karena ada aturan hukum yang melarangnya. Sehingga, jangan sampai ketidaktahuan dan mengabaikan imbauan masyarakat diproses secara hukum,”paparnya. Terlepas dari itu, bahwa perlu pahami bersama permasalahan karhutla langsung dari Presiden Republik Indonesia. Sehingga, tindakan tegas tentunya dilakukan kepada siapapun juga pelaku pembakaran termasuk pemilik lahan.

“Intinya kami mengajak mari kita bersama-sama menjaga lingkungan sekitar dengan tidak melakukan aksi pembakaran apapun bentuknya,”imbunya.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Mura, Alamsyah meminta jajaran BPBD dan Bhabinkamtibmas di setiap Polsek di jajaran Polres Mura senantiasa turun melakukan sosialisasi tentang pelarangan pembakaran hutan dan lahan. “Pada dasarnya kita mengajak masyarakat untuk peduli dan tanggap memberikan pemahaman tentang pelarangan karhutla kepada masyarakat secara persuasif dan preventif,”pungkasnya. (HS-03)