oleh

Terpidana Mati Bandar Narkoba Dimiskinkan

Silampari Online 

PALEMBANG- Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah tersebut sangat tepat ditujukan kepada terdakwa Uzama alias Saka (46), warga Tembilahan, Provinsi Riau yang telah divonis pidana mati kembali harus menjadi pesakitan dalam persidangan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepemilikan narkotika atau dimiskinkan.

Terdakwa Uzama dihadirkan secara virtual oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rini Purnamawati SH MH dalam ruang sidang, Rabu (2/6) dihadapan majelis hakim diketuai Touch Simanjuntak SH MH dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU setebal 18 halaman disebutkan didapati transaksi uang senilai belasan milyar dari bisnis bandar narkotika, terdiri dari berbagai macam rekening diantaranya rekening BCA atas nama terdakwa.

Bahwa berdasarkan data mutasi rekening bank BCA yang dikuasai oleh terdakwa terdakwa telah menerima uang hasil transaksi narkotika senilai Rp6,9 miliar serta Rp7,6 milar berasal dari seseorang bernama Juanda, Misran serta Anggi Bayu yang yang diketahui telah menjalani hukuman pidana.

Oleh JPU Uzama dijerat dakwaan alternatif sebanyak lima Pasal tentang TPPU yakni diantaranya melanggar Pasal 3 UU Republik Indonesia Nomor : 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara.

“Dikarenakan untuk perkara TPPU ini berada diwilayah Riau, kita memberikan kesempatan satu minggu kedepan kepada penasihat hukum terdakwa apakah akan mengajukan eksepsi atas dakwaan atau tidak,” kata Touch sebelum menutup persidangan.

Usai persidangan, Eka Sulastri penasihat hukum terdakwa Uzama mengatakan belum menentukan langkah hukum seperti Eksepsi dikarenakan saat ini berkas dakwaan dari JPU belum didapatkan.

Dilansir dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Palembang diketahui terdakwa yang saat ini menjalani hari-hari di balik jeruji Mata Merah karena masih menunggu putusan kasasi yang diajukan oleh terdakwa.

Sementara dalam upaya hukum tingkat banding terdakwa kembali dijatuhi hukuman mati kasus kepemilikan 23 kg sabu serta 5 ribu lebih pil ekstasi, menguatkan putusan majelis hakim kala itu diketuai oleh Erma Suharti SH MH. (Sumeks.co.id)