Tersangka HA : Dak Tahu Aku Pak Men Ditusuk, Aku Cuman Gebuk

HA tersangka pengeroyokan terhadap Erwin diamankan jajaran Polres Lubuklinggau, Jumat (20-9)

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU-HA, tersangka pengeroyokan hingga menewaskan Erwin kepada wartawan mengaku kalau dirinya tidak tahu kalau K (pelaku lain) menusuk korban. Dan ia mengaku hanya sebatas memukul korban.

Muat Lebih

“Dak tahu aku pak men ditusuk, aku cuman gebuk, dak ado niat apo-apo. Dak tahu kalo ditusuk,” kata tersangka HA.

Tersangka HA juga mengaku, sudah lama mengenal K. “Aku cuman diajak K kesano. Aku nyesel Pak. Aku dak tahu, aku cuman diajak K bae. Dak tahu men dio nusuk,” pungkasnya.

Sementara itu, motif cinta segitiga diduga menjadi penyebab korban Erwin Kusuma Jaya (19), warga RT 6, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I tewas dibunuh dengan dikeroyok dan alami satu luka tusukan mengenai dada bagian ulu hati.

Seperti diketahui peristiwa pembunuhan tersebut sempat menghebohkan warga kota Lubuklinggau. Korban ditemukan tewas tergeletak dipinggir Jl A Yani, turunan tebing, dekat simpang Kenanga I, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Rabu (18/9) malam sekitar pukul 21.30 WIB. 

“Nah pada saat dapat informasi dan ditambah dengan kita dengarkan saksi-saksi sekitar bahwa saat itu ada tiga orang yang dicurigai,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono didampingi Wakapolres, Kompol Zulkarnain dan Kasatreskrim, AKP Rivow Lapou saat rilis tangkapan di Mapolres Lubuklinggau, Jumat (20/9).

Kemudian, Kamis (19/9) sekitar pukul 11.00 WIB Polres Lubuklinggau meringkus satu orang tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut. Tersangka yang diringkus masih dibawah umur, anak baru gede (ABG) yakni HA (15), warga Jl Bengawan Solo, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. HA diketahui masih berstatus pelajar SMK 1 kelas X di kota Lubuklinggau. 

“Dua orang lagi masih DPO yaitu saudara K (15) dan saudari I (13). Nah dua orang tersebut kita masih lakukan pencarian,” ujarnya. 

Tersangka HA dalam kasus pembunuhan itu berperan melakukan pemukulan terhadap korban dibagian muka. Kemudian menarik baju korban. Sedangkan K (DPO) diduga yang melakukan penusukan terhadap korban mengenai ulu hati hingga korban tewas. 

“Tersangka HA teman dari K. Sedangkan K ini diduga ada hubungan (pacaran) dengan saudari I (DPO). Jadi ini baru diduga, ini sakit hati karena cinta segitiga. Jadi korban dengan saudari I dan K dengan saudari I,” ungkapnya.

Berkaitan dengan saudari I yang kini DPO, pihak Polres mengaku belum bisa menetapkannya apakah terlibat atau tidak dalam kasus pembunuhan tersebut. “Kita sampai saat ini belum bisa menetapkan. Karena yang bersangkutan ini belum kita dapatkan. Tapi patut diduga,” bebernya.

Sebab pengakuan tersangka HA, diduga sebelum kejadian korban dipancing untuk datang kelokasi yang ditentukan saudari I dan K. “Makanya kita belum bisa menentukan, nanti setelah ada tersangka lain yang dapat, baru kita pastikan keterlibatan I ini, apakah bisa kita masukan jadi tersangka atau tidak,” jelasnya.

Namun untuk lebih lanjut, Dwi menambahkan agar hal tersebut menunggu perkembangan setelah dua orang lagi yang DPO didapati. “Nanti kita lihat lagi perkembangan setelah dua orang kita dapatkan. Nanti perkembangan kita sampaikan lagi,” timpalnya.

laporan : Aan Afriandi (Harian Silampari)
Editor : Agus Hubya