Tersangka Kasus Pembunuhan Anggota Polisi Didor di Kebun Duren

OBATI : Tersangka Riko Ricardo (22), saat dibawa ke RSUD Empat Lawang, untuk diobati luka tembaknya, Sabtu (9/1). Foto : Ist/Polres Empat Lawang.

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Polisi terpaksa melumpuhkan Riko Ricardo (24) warga Desa Aur Gading Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, buronan kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan berat, saat hendak ditangkap di perkebunan Durian (Duren) kawasan Bukit Desa Batu Panceh, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sabtu (9/1).

Bacaan Lainnya

Untuk diketahui, Riko Ricardo merupakan salah seorang tersangka kasus pembunuhan seorang anggota polisi aktif yang tercatat bertugas di Polsek Bantar Gebang, Jawa Barat, atas nama Bripka Adhi Pradana (44).

Kejadian pembunuhan itu terjadi Rabu (2/9/2020) tahun lalu, sekira jam 14.00 WIB di rumah salah seorang tersangka lain atas nama Widodo alias Dodo (saat ini sedang menjalani sidang dengan kasus yang sama), dengan latar belakang kasus sengketa tanah.

Saat itu, korban yang sedang pulang kampung karena menjalani masa cuti selaku anggota Polsek Bantar Gebang, mendatangi rumah Dodo, untuk menanyakan soal sengketa lahan. Sempat terjadi keributan hingga akhirnya terjadi tindakan penganiayaan dan pembacokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berbeda dengan dua tersangka lain, yakni Dodo dan anaknya Reca Sastra Winata (22) yang berhasil diamankan ke Polres Empat Lawang sekitar sejam setelah kejadian, tersangka Riko Ricardo yang merupakan anak buah tersangaka Dodo, justru kabur setelah melakukan pembacokan, hingga akhirnya dimasukan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Empat Lawang, AKBP Wahyu melalui Kasat Reskrim, AKP Mursal Mahdi mengatakan, keberhasilan pihaknya menangkap tersangak Riko Ricardo, setelah jajarannya mendapat informasi bahwa salah seorang buronan yang pihak cari, sedang berada di lokasi perkebunan Durian Bukit Desa Batu Panceh Kecamatan Tebing Tinggi.

Kemudian tim yang langsung dipimpin olehnya melakukan penyelidikan dan diakhiri dengan upaya penangkapan terhadap tersangka. Namun, saat dilakukan upaya penangkapan, tersangka melakukan tindakan perlawan kepada petugas.

Karena tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan anggota polisi yang sedang menajalankan tugas, pihaknya langsung mengambil tindakan tegas dan terukur hingga akhirnya tersangka berhasil dilumpuhkan, dengan melakukan penembakan tepat di bagian kaki tersangka.

Tersangka yang sudah tersungkur, kemudian dilarikan ke RSUD Empat Lawang, untuk menajalani pengobatan akibat luka tembak di bagian kakinya tersebut, dan baru setelah itu tersangka dibawa ke Mapolres Empat Lawang, untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut AKP Mursal Mahdi, tersangka akan dijerat dengan pasal 338 KUHP dan atau pasal 170 ayat 2 ke 3 dan/atau 351 ayat 3 KUHP. (frz)