Tersangka Pembunuh Erwin Diancam 12 Tahun Penjara

HA tersangka pembunuhan Erwin diamankan jajaran Polres Lubuklinggau, Jumat (20/9/2019)

SILAMPARI ONLINE

LUBUKLINGGAU- Tersangka HA dalam kasus pembunuhan tersebut dikenakan pasal pengeroyokan secara bersama-sama, jo 338 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Dari kasus pembunuhan tersebut Polisi mengamankan barang bukti (BB) sendal dan baju korban. Lalu sweater tangan panjang dari tersangka HA warna abu-abu.

Muat Lebih

“Tersangka diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara,” ujar Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono saat press rilis, Jumat (20/9/2019).

Selain itu, menurut Dwi, kasus pembunuhan yang melibatkan HA tersebut tidak diketahuinya apakah direncanakan atau tidak. “Kalau menurut saya, karena dia (K) sudah membawa pisau. Dan HA ini, dia tahu kalau saudara K ini membawa pisau. Sebatas itu saja. Kalau soal untuk merencanakan pembunuhannya, saya kira kelihatannya tidak,” timpalnya.

Namun dalam hal itu, HA diduga ikut serta hanya untuk memberikan pelajaran kepada korban. “Sedangkan diapun (HA) tidak tahu ternyata K menusuk korban. Jadi pada saat ditusuk satu kali itu dia meninggal dunia. Dia sebetulnya bertujuan untuk memberikan pelajaran saja,” terangnya.

Polres Lubuklinggau dapat mengungkap kasus pembunuhan tersebut berawal setelah mendapatkan informasi adanya kejadian pembunuhan yang mengakibatkan korban tewas tergeletak dipinggir jalan dengan bersimbah darah. Kemudian tim dari Polres Lubuklinggau yakni SPK didampingi tim iden segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Ternyata ditemukan sesosok mayat yang tergeletak dijalan,” jelasnya.

Lalu setelah hasil penelusuran pihaknya, diketahui korban yakni Erwin, warga Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. “Saat selesai kejadian, kita tidak tahu siapa ini korban dan apa ceritanya. Nah setelah itu datanglah teman korban ini tdk begitu lama setelah kejadian,” terangnya.

Teman korban tersebut datang kelokasi kejadian, itu setelah mendengar ada ramai-ramai dan terjadinya pembunuhan. “Temannya ini mengecek ke tempat kejadian. Dan benar bahwa itu teman dia yang sebelumnya hampir kurang lebih 30 menit sebelumnya itu bersama dia dan dia ditinggalkan didaerah pasar satelit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, hasil keterangan dari teman korban tersebut, didapatkan informasi bahwa korban datang ketempat pacarnya yakni I didaerah Kenanga. “Pada saat dapat informasi dan ditambah dengan kita dengarkan saksi-saksi sekitar bahwa pada saat itu ada tiga orang yang dicurigai,” katanya.

Lalu, langsung dilakukan pengejaran malam itu juga. “Informasi dia jalan ke arah sungai kelingi, ditelusuri oleh tim reskrim kita yang langsung dipimpin oleh pak kasatreskrim dan malam itu dihasilkan baru hanya dapat keterangan-keterangan saja,” ujarnya.

Pada Kamis (19/9), diketahui salah satu tersangka dan dilakukan upaya penangkapan. “Setelah diambil keterangan, memang benar salah satu yang kita amankan adalah salah satu yang ikut melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban sampai mengakibatkan meninggal dunia,” ungkapnya.

Laporan ; Aan Afriandi (Harian Silampari)
Editor : Agus Hubya