Tertinggal Pesawat Nam Air, Rion Terpaksa Tumpangi Sriwijaya Air

Silampari Online 

LUBUKLINGGAU- Keluarga Rion Yogatama (26) warga RT 06, Kelurahan Senalang Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau yang ikut menjadi Penumpang Pesawat Sriwijaya Air yang Dikabarkan Jatuh menyebut jika Rion sebelum berangkat berniat menumpangi Pesawat Batik Air.

Bacaan Lainnya

Rion merupakan putra pertama dari pasangan Riawan (52) dan Oni Kartika Sari (50) yang juga buka usaha Iwan Cucian ini berangkat dari Lubuklinggau, Jumat (8/1) pukul 11.50 WIB dari Bandara Silampari Lubuklinggau menggunakan maskapai Batik Air tujuan Bandara Soekarno-Hatta Cingkareng dengan ketibaan Pukul 13.00 Wib.

Rion diketahui baru bekerja di Pontianak Kalimantan Barat pada pengerjaan menara yang sebelumnya di Jakarta.

Disampaikan pamannya Suyitno (55) yang juga Wakil Ketua DPRD Lubuklinggau ini didampingi istri Rion, Vivi (27), sempat memberitahukan bahwa dirinya yang harusnya berangkat ke Pontianak menggunakan Nam Air, namun ketinggalan pesawat.

“Suamiku ketinggalan pesawat, karena berangkatnya pagi pukul 07.00WIB, Sabtu (9/1). Lalu suami bilang dialihkan ke penerbangan Pukul 13.00 Wib via maskapai Sriwijaya Air,” jelas Vivi.

Setelahnya Sekitar Pukul 15.00 Wib dirinya mencoba kontak ke suami tapi tidak bisa. Mencoba kontal ke teman kerja, katanya juga sudah berupaya mencari tahu, tapi tetap hilang kontak. Keluarga masih berupaya mencari tahu dan mengontal call center maskapai yang tayang di tv. Keluarga juga berupaya ke Jakarta untuk melapor ke Satgas.

Diceritakan Vivi jika Rion berencana pergi ke Pontianak karena dipanggil kerja disana, dan ia pada Jumat (8/9/2021) berangkat ke Jakarta dengan menumpangi pesawat Batik Air. Sekitar pukul 11.50 Wib dan tiba di Jakarta Sekitar pukul 13.00 Wib.

Kemudian kejadian Naas tersebut terjadi pada, Sabtu (9/1/2021) dirinya menyebut terakhir kontak dengan Suaminya itu sekitar pukul 12.30 Wib.

“Saya hubungi suami saya. Kata dia berangkan sekitar jam satu-an. terus sore sekitar jam 3 saya chat lagi, tapi wa-nya ceklis, kemudian ditelpon juga tidak bisa,”bebernya.

Karena khawatir sehingga ia mencoba menghubungi temannya yang berada di di Pontianak, dia adalan rekan kerja Suaminya Rion Yogatama. Dan Vivi mencoba bertanya kira 0esawat dari Jakarta ke Pontianak berapa jam. Dan temannya suami menjawab sekitar satu jam dan dia melihat di televisi berita pesawat hilang kontak, dan dia mencoba kembali menghubungi rekannya di Pontianak, namun Suaminya belum.ada kabar. Bahkan sampai Sekarang belum ada kabar suaminya.

Vivi pun menangis, dan berharap suaminya baik-baik saja.

Vivi juga menceritakan jika suaminya membeli tiket transit ke Pontianak. Dia dari Lubuklinggau pada Jumat kemarin. Dan rencananya pada Sabtu hari ini dia akan berangkat dari Jakarta ke Pontianak akan menggunakan Nam Air dan dijadwalkan berangkatnya sekitar pukul 07.00 WIB

sebenarnya suaminya membeli  satu tiket transit Lubuklinggau-ke Pontianak.

“Tapi dari Nam Air dialihkan naik Sriwijaya, jadwal juga berubah jam 13.00 WIB siang,” katanya.

Sambil menangis ia masih berharap ada kabar baik dari suaminya. “Mohon doanya aja,”ujarnya.

Lanjutnya, saat ini ada saudaranya yang di Jakarta untuk mencari informasi di Bandara, sambil perwakilan keluarga dari Lubuklinggau menuju Jakarta.

Rion sendiri memiliki dua orang anak yang saat ini usia tertuanya sekitar 4 tahun.

Paman korban, Suyitno yang juga Anggota DPRD Kota Lubuklinggau dari Fraksi PDIP mengatakan memang informasi kecelakaan pesawat, kemudian pada sore kemarin, di WA grup keluarga, ada yang berkomentar bahwa salah satu penumpang adalah anggota keluarga.

Setelah dicek, memang benar. Dari Lubuklinggau berangkat Jumat Jakarta, kemudian dari Jakarta jadwal berangkan Sabtu ke Pontianak, Kalimantan Barat.

Dikatannya, Rion bekerja di sebuah prusahan yang membangun tower jarinhan. Bekerja berpindah-pindah, pernah di Aceh, Bali, bahkan di Papua. ia berangkat karena panggilan kerja. (Mnr-Rdw)