Tes Urin Mendadak, Dua Personel Positif

Foto : Rian/PP TES URINE : Sejumlah personel Polres Prabumulih mengikuti tes urin yang diadakan secara mendadak, kemarin (7/1).

Silampari Online,
PRABUMULIH – Ratusan personel polisi di Polres Prabumulih usai apel, kemarin (7/1) mendadak mengikuti tes urin. Karena, sifatnya mendadak banyak personel yang terkejut. Seluruh satuan, tanpa terkecuali wajib mengikuti tes urin tersebut.
Hasilnya pun, terdapat dua personel yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Dan, jelas kedua personel tersebut akan dikenai sanksi berat. Karena, narkoba masuk pelanggaran berat. Informasi dihimpun koran ini, tes urin ini merupakan upaya bersih-bersih Polres Prabumulih dari personelnya yang terlibat atau terjerat penyalahgunaan narkoba.
Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Wakapolres, Kompol Harris Batara SIk terlihat mengawasi langsung tes urin yang melibatkan seluruh jajarannya tersebut.
“Tes urin ini, bagian upaya Polres Prabumulih mempertahankan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Personel kita, tindak hanya dijauhkan dari namanya pungutan liar (pungli), tetapi juga narkoba,” ujar Tito, sapaan akrabnya kepada awak media, kemarin di sela-sel urin tersebut.
Kata perwira menengah berpangkat dua melati menegaskan, tes urin ini upaya bersih-bersih yang dilakukannya secara internal. Menunjukkan, komitmennya tidak hanya memberantas narkoba ke luar.
“Secara internal, kita bersihkan personel dari yang namanya narkoba. Sementara ini, ada dua personel positif arkoba,” jelasnya. Sambungnya, personel yang ketahuan terjerat atau terlibat narkoba dari hasil tes urine ini. Ia tidak akan tinggal diam, akan diproses secara hukum lewat sidang. “Positif pasti ada sanski tegas kita berikan. 1-2 terlibat kita kenakan sanksi disiplin, 3 kali bisa diajukan dipecat atau di PTDH. Jadi, kita ingatkan agar personel kita tidak terjebak atau terlibat narkoba,” tambahnya.
Kata dia, tes urin ini bentuk pengawasan dan pembinaan personelnya. Supaya ke depannya, keterlibatan anggota dalam penyalahgunaan narkoba bisa ditekan. “Sanksi tegas diberikan, untuk efek jera bagi personel. Supaya, tidak terjerumus narkoba lagi,” bebernya.
Sementara itu, salah satu bintara yang tak mau disebutkan namanya, tidak takut di tes urin. Lantaran, dirinya tidak pernah menggunakan narkoba sejak bertugas sebagai aparat penegak hukum tersebut.
“Kalau tidak memakai, tidak perlu takut di tes urin. Yakin saja, bakal lolos atau negative,” ujarnya.
Berbeda dengan penguna, kata dia, akan was-was dilakukan tes urin. Apalagi, tesnya juga akunya dadakan atau tidak disangka-sangka. “Kalau positif, yah sudah resiko. Tinggal menunggu sanksi, apalagi sudah jelas menggunakan narkoba,” pungkasnya. (03)