Tidak Mengantongi SIM, Ban Motor Pelajar Dikempesi

TEKS FOTO : Motor pelajar SMKN 3 Lubuklinggau yang terparkir di halaman sekolah. Bagi tidak memiliki surat kendaraan lengkap, pihak sekolah mengempeskan ban motor sebagai sanksi, Jumat (9/8).

SILAMPARI ONLINE– SMK Negeri 3 Lubuklinggau memiliki cara tersendiri dalam mensiasati bagi para pelajarnya yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Dengan cara mengempeskan ban motor siswa, yang tidak memiliki surat kendaraan lengkap.

“Kami berupaya meningkatkan kepedulian siswa terhadap tertib lalu lintas. Misalnya kami memberikan hukuman ke siswa yang terlambat. Biasanya setiap siswa yang terlambat sebagian besar membawa motor, jadi hukumannya mengempeskan ban motornya,”kata Kepala SMK Negeri 3 Lubuklingga Donni Pestalozi. Pengecekan kelengkapan kendaraan dilakukan setiap pagi oleh Waka Kesiswaan. Bagi siswa yang ketahuan tidak mempunyai SIM maupun ugal-ugalan di jalan akan langsung dibina dan beri peringatan. Donni mengakui kalau saat ini, sebetulnya belum ada aturan secara khusus, siswa boleh membawa motor atau tidak ke sekolah. Karena peraturan itu terkait dengan peraturan tertib lalu lintas.

Muat Lebih

“Tapi sebetulnya kalau sudah SMA itu biasanya kelas 1 itu usianya sudah memenuhi syarat untuk membawa motor. Cuma itu semua butuh proses apakah mereka layak atau tidak untuk membawa motor. Yang jelas kami sebagai pihak sekolah selalu berupaya menguatkan kesadaran mereka dalam tertib lalu lintas,”jelasnya. Lanjut kepala sekolah yang bergelar doktor ini, pada prinsip nya, tata tertib berlalu lintas itu merupakan tolak ukur untuk mendisiplinkan diri. Donni juga mengakui kalau siswanya sudah sejak lama membawa motor, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah.

“Pada saat zamannya Walikota Riduan Efendi malah peraturannya motor harus diparkirkan di luar sekolah. Terus proses berganti dan akhirnya disuruh masuk ke sekolah lagi untuk beberapa sekolah di lubuklinggau. Nah dari sinikan pemerintah sendiri sudah memberikan celah bahwa motor itu bisa dibawa ke sekolah, ini kata pemrintah yah, bukan kata saya. Kalau pemerintah saja memberi celah, kenapa kita tidak,” ujarnya. Namun dirinya menyetujui , memang akan lebih efektif jika parkir motor berada di luar sekolah, dengan catatan keamanan parkir terjamin. Kalau parkir di sekolah tidak ada retribusinya, justru kita sebagai pihak sekolah menakutkan kalau mereka parkir di luar akan ada retribusi,” ungkapnya.

Sejauh ini, pihak sekolah sudah pernah mendatangkan pihak kepolisian khususnya satlantas I ke sekolah memberikan sosialisasi tentang tertib berlalu lintas. “Malahan setiap tahun kami undang,”pungkasnya.(CW01/HS-02)