Tiga Kelurahan Rawan Banjir

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Tiga wilayah kelurahan di Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, rawan banjir. Ketiga wilayah kelurahan tersebut antara lain, Kelurahan Pagar Tengah, Kelurahan Pasar Pendopo dan Kelurahan Beruge Ilir.

Muat Lebih

Hal ini disebabkan buruknya kondisi draenase di tiga wilayah kelurahan tersebut, hingga menyebabkan tidak tertampungnya debit air saat hujan lebat terjadi di wilayah tersebut.

Salah seorang warga Kelurahan Pagar Tengah Kecamatan Pendopo, Reya mengatakan, setiap kali terjadi hujan deras di wilayah Kecamatan Pendopo, wilayah pemukiman dekat rumahnya, selalu terjadi banjir. Ketinggian banjir sebut dia, mencapai 30 cm hingga semeter lebih. 

Kondisi tersebut menurut dia, sangat dikeluhkan warga seperti dirinya. Pasalnya, selain mengganggu kenyamanan juga menyebabkan barang-barang milik warga menjadi rusak. Belum lagi ancaman penyakit pasca banjir, yang selalu menghantui setiap warga.

“Asal ada hujan deras sekitar satu jam saja, sudah pasti banjir. Tinggal melihat berapa ketinggiannya saja di dalam rumah,” keluh Reya kepada Harian Silampari, Selasa (15/1).

Hal senada juga disampaikan Hendra, warga lainnya, dia mengaku sudah cukup bosan menghadapi kondisi banjir yang menerjang pemukimannya setiap saat. Apa lagi saat musim penghujan seperti sekarang ini.

“Hampir setiap tahun di musim penghujan, kami selalu mendérita akibat banjir. Kalau mau pindah, mau pindah ke mana, kami tidak memiliki tempat lain selain rumah ini,” akunya.

Tentu saja, Hendra berharap keluhan warga di lingkungan tempat tinggalnya ini dapat segera diperhatikan pemerintah. Sebab, sudah bertahun-tahun warga di lingkungannya ini, mengalami penderitaan akibat banjir yang selalu datang.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan (Seklur) Beruge Ilir Kecamatan Pendopo, Toni Apriandi saat dihubungi terapisah mengatakan, di tiga Kecamatan Pendopo kabupaten Empat Lawang, seluruhnya rawan banjir. 

“Di Pendopo ini, ada tiga kelurahan. Semuanya rawan banjir,” ungkapnya.

Penyebabnya sebut dia, buruknya kondisi draenase dan terjadi penyempitan badan sungai kecil yang mengalir melewati tiga kelurahan tersebut. “Warga menyebutnya Ayek Siring. Itu saat musim panas alirannya kecil, namun saat musim hujan, membuat banjir,” ujarnya.

Bahkan sebut dia, ada salah satu titik, airanya sesaat setelah hujan, meluber hingga ke jalan, akibat tidak tertampungnya badan sungai terhadap luberan air hujan. Banyaknya bangunan baru yang berdiri di kiri kanan sungai, juga menjadi salah satu penyebab menyempitnya saluran sungai.

“Solusinya, kita berharap pihak terkait dalam hal ini Dinas PU dan Penataan Ruang, dapat membagun saluran air baru di bagian hulu sungai, sehingga debit air dapat dibagi dua, untuk menghindari luberan air saat hujan,” tukasnya. (HS-05)