Tiga Nama Kades Tercatat Data Dukungan ke Balon Perseorangan Akmal-Triyono

  • Whatsapp

SILAMPARI ONLINE,

MUSI RAWAS– Diduga sejumlah nama Kepala Desa (Kades) di Bumi Lan Serasan Sekentenan dicatut dan masuk dalam data pendukung Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Musi Rawas (Mura), jalur independen pasangan Akmaludin dan Triono. Bahkan, para Kades yang dicatut namanya tersebut mengakui tidak pernah memberikan dukungan ataupun Kartu Tanda Penduduk (KTP) baik ke Balon ataupun tim.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi koran ini himpun sedikitnya ada tiga nama Kades yang kini tercatat dalam data dukungan ke balon independen diantaranya, Kades Sadar Karya Kecamatan Purwodadi, Chairul Amri Hermansyah, Kades Muara Megang Kecamatan Megang Sakti, Pajeri H Komsik dan Kades Megang Sakti V Kecamatan Megang Sakti, Bohimin.

“Saya tidak pernah memberikan dukungan kepada Balon Bupati manapun termasuk Balon Independen atau jalur perseorangan,”tegas Kades Megang Sakti V, Bohimin kepada Harian Silampari, Senin (29/6).

Menurut ia, bahwasanya ia tidak mengetahui kalau namanya masuk dalam data pendukung balon independen termasuk memberikan dokumen KTP ataupun membuat surat pernyataan dukungan. Sehingga, saat ini melalui anaknya sedang mengurus ke PPK Megang Sakti terkait hal tersebut.

“Sementara diurus ke PPK dulu, kenapa nama saya masuk data balon independen,”jelasnya.

Senada disampaikan, Kades Muara Megang, Pajeri H Komsik mengakui tidak tahu kalau namanya masuk dalam data pendukung bagi balon jalur perseorangan pasangan Akmaludin dan Triono yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mura pada 9 Desember mendatang. Namun, kendati begitu ia merasa tidak pernah mendukung balon independen tersebut apalagi dibuktikan dengan memberikan KTP ataupun Kartu Keluarga (KK).

Terpisah Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mura, Oktureni Sandhra Kirana melalui Defisi Penindakan Pelanggaran, Khoirul Anwar menjelaskan bahwa pihaknya telah mengetahui adanya sejumlah pemberitaan terkait ada nama Kades yang masuk dalam data pendukung calon independen. Sehingga, dengan kondisi pihaknya melalui Panwascam sedang memverifikasi terkait kebenarannya. Namun, kendati begitu bilamana dari verifikasi formulir dukungan tanpa disertai dengan surat pernyataan maka pihaknya bisa mencoret nama tersebut dari dukungan. Apalagi statusnya baik seorang Kades,TNI, Polri dan ASN.

Terlepas dari itu, sesuai dengan undang-undang (UU) nomor 10 tahun 2016 pasal 185 setiap orang yang dengan sengaja memberikan keterangan tidak benar atau menggunakan identitas diri palsu untuk mendukung pasangan calon perseorangan menjadi calon Bupati bisa dipidana penjara paling singkat 12 bulan dan paling lama 36 bulan dan denda paling sedikit Rp12. 000.000 dan paling banyak Rp36. 000.000. Bahkan, hal tersebut berlaku bagi siapapun termasuk penyelenggara yakni KPU serta PPK dan PPS. (krs)