Tiga Pekerja Tewas Akibat Kecelakaan Kerja

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>REKOM : </strong> Saat Kasi Identifikasi dan Penguatan Kapasitas Dinsos Mura, Anggraini Triwahyuni sedang memproses rekomendasi satu dari 156.422 jiwa yang diusulkan menerima JKN-KIS PBI.

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Sepanjang tahun 2018 sedikitnya ada 10 kasus kecelakaan kerja yang terjadi disejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Bumi Lan Serasan Sekentenan. Dimana, dari jumlah tersebut tiga diantaranya meninggal dunia.

Muat Lebih

“Memang untuk tahun 2018 lalu kasus kecelakaan kerja terhadap buruh masih terjadi hingga 10 kasus,”jelas Koordinator Pengawasan Kabupaten Musi Rawas (Mura) Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aniek Wijayanti kepada Harian Silampari, Senin (7/1).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa dari 10 kasus kecelakaan kerja tersebut tersebar di beberapa perusahaan diantaranya PT Bumi Beliti Abadi (BBA) ,PT Xylo Indah Pratama, PT Lonsum Sei Lakitan POM, PT Lonsum Gunung Bais, PT Warna Agung Selatan (WAS) dan PT Djuanda Sawit Lestari.

“Untuk kecelakaan kerja memang hampir setiap tahunnya pasti terjadi. Sebab, ini sifatnya musibah dan tidak bisa diprediksi kejadiannya,”terangnya.

Menurutnya, dari jumlah kasus kecelakaan kerja tersebut tiga tenaga kerja diantaranya meninggal dunia. Sedangkan, tujuh lainnya kasus kecelakaaan ringan seperti kejadian saat kerja di kebun tertimpa pelepah, berondolan kelapa sawit, tertusuk duri dan sebagainya.

“Tiga tenaga kerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja tersebut sudah diberikan santunan oleh pihak perusahaan sesuai dengan aturan yang ada,”bebernya.

Mengenai pencegahan terjadinya kecelakaan kerja kedepan. Maka dirinya mengakui meminta agar setiap perusahaan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) dan shefty bagi para pekerjanya di masing-masing perusahaan sebelum melakukan kegiatan.

“Intinya keselamatan pekerja wajib dijamin oleh perusahaannya ketika akan bekerja di perusahaan tersebut terutama menyediakan APD bagi pekerjanya,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Aliudin meminta agar koordinator pengawasan tenaga kerja Mura dapat melakukan monitoring setiap perusahaan yang beroperasi di wilayah Mura mengenai shefty keselamatan bagi para pekerja.

“Dewan mendesak agar perhatian dan pengawasan bagi pekerja dan perusahaan dapat ditingkatkan. Jangan sampai, kasus kecelakaan kerja terus terjadi apalagi menimbulkan korban jiwa,”pungkasnya. (HS-03)