Tiga Rumah Terancam Longsor

Silampari Online,

BATURAJA TIMUR – Tiga rumah di desa Terusan, kecamatan Baturaja Timur, terancam longsor. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun silam. Namun, belum ada langkah dari pemerintah.
“Sudah saya sampaikan ke DPRD Sumatera Selatan saat reses. Tapi ternyata jalan itu (jalan Baturaja-Prabumulih) merupakan kewenangan nasional,” ujar Tugino, kepala desa Terusan, kemarin (24/1).
Setiap tahun, kata Tugino, kondisi tanah di belakang rumah warga di RT 4 dusun 1 ini mengalami abrasi, khususnya saat musim penghujan. Debit air sungai Ogan yang naik menggerus dinding sungai.
Saat ini, jelas Tugino, jarak dinding rumah dengan sungai sangat dekat. Akibatnya warga ketakutan.
Ia mengakui, warga sempat bergotong royong untuk menanggulangi abrasi tersebut agar rumah warga tak terkena abrasi. Warga membuat talud darurat dari karung yang berisi tanah. Hal ini dilakukan agar air sungai tidak menggerus dinding sungai secara langsung. “Talud ini dibuat oleh warga pada April-Mei tahun kemarin,” papar Tugino.
Kendati sudah ditanggulangi, warga dan pemerintah desa masih tetap berharap ada pembangunan talud secara permanen. Karena, dirinya meyakini talud dari susunan karung tanah tersebut tidak akan bertahan lama. “Rumah Daryono, Sukeni, dan Warsum ini yang sangat rawan terkena abrasi,” tandasnya.
Pegawas jalan nasional Balai Besar Palembang, Rovli mengaku dirinya akan mengecek rumah warga yang terancam longsor tersbeut dan membuat laporan ke Balai Besar Palembang. “Akan saya cek supaya bisa diusulkan perbaikan,” kata Rovli. (stf)