Tim BPCB Jambi Lakukan Penelitian Bangunan Cagar Budaya Rumah Pangeran Roes

Kabid Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Mura, Hamam Santoso menjelaskan sejarah rumah Pangeran Roes yang akan diteliti, Senin (29/7/2019). foto Krismanto-Wartawan Harian Silampari

Silampari Online,

MUSI RAWAS- Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi yang terdiri dari empat orang tengah melakukan penelitian terhadap bangunan cagar budaya rumah Pangeran Roes di Kelurahan Muara Lakitan. Penelitian tersebut rencananya seminggu mulai Senin (29/7) hingga dengan 3 Agustus.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Syamsul Djoko Karyono melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Hamam Santoso saat diwawancarai Harian Silampari, Senin (29/7) diruang kerjanya.

Dijelaskannya, tim BPCB akan meneliti lebih jauh tentang cagar budaya rumah Pangeran Roes. Sebab sejauh ini belum diteliti lebih jauh atau secara lebih dalam. Selanjutnya penelitian itu, kedepan untuk penetapan cagar budaya rumah Pangeran Roes sebagai cagar budaya Nasional.

“Kalau dulu baru sebatas untuk pemetaan, menentukan letak koordinat rumah Pangeran Roes dan luas bangunan,”jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa saat ini rumah Pangeran Roes dijaga oleh juru pelihara yakni Ibu Nurul selaku jurai atau keturunan dari Pangeran Roes.

“Kursi, meja, lantai, lemari, meja kerja, sumur, bak air dan dapur masih asli dirumah itu,”bebernya.
Selain itu, didalam rumah tersebut terdapat motif ukuran gaya khas Belanda diruang tengah pada bangunan kayu. Dimana, bangunan rumah Pangeran Roes diketahui dibangun sekitar tahun 1930 dan dibangun warga lokal akan tetapi arsitektur merupakan arsitektur khas Belanda.(HS-03)