Tim Terpadu Cek Lokasi Galian C di Rejang Lebong

SILAMPARI ONLINE,

Rejang Lebong -Tim gabungan Terpadu terdiri Unit Tipidter Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu ,Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong ,Dinas Pekerjaan Umum (PU) ,Pemerintah Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) ,Polsek PUT ,Koramil 409-03 PUT dan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ishak Burmansyah ,Rabu 2 September 2020 melakukan sidak kelokasi galian C yang ada di Kecamatan PUT Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu ,prihal adanya dugaan kerusakan lingkungan hidup akibat galian C yang ada di Kecamatan PUT.

Bacaan Lainnya

Ketiga lokasi galian C yang di sidak itu diantaranya Galian C yang ada di Sungai Kasie oleh PT CRF ,kedua Galian C di Sungai Belumai oleh PT GAM dan lokasi Galian C di Sungai Belumai yang ada di Desa Tanjung Sanai 1 oleh PT Tan Iron .

Sidak yang di laksanakan oleh Tim Terpadu dari Unit Tipidter tersebut dilaksanakan karena adanya laporan dari LSM Pekat Bengkulu atas adanya dugaan perusakan sepadan sungai di tiga titik di galian C tetsebut.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Deni Budiono Sik melalui Kanit Tipidter Ipda Medi Azwar SH di temui awak media Rabu 2 September 2020 mengatakan
Sidak ini merupakan giat kegiatan dari Unit tipidter polres rejang Lebong bersama instansi terkait yakni
DLH Rejang Lebong,Dinas PU Rejang Lebong,Pemerintah Kecamatan PUT,Polsek PUT Dan Koramil 409-03 PUT.

Dijelaskan Kanit Tipidter turunya Tim Terpadu ini guna melakukan pengecekan terkait adanya laporan pengaduan dari Lembaga Swadaya Masyarakat atas nama LSM PEKAT tentang adanya dugaan pengalihan atau perubahan pada aliran sungai kasie dan aliran sungai belumai yang berada di Desa Belumai II, Desa Ulak Tanding dan Desa Tanjung Sanai I Kecamatan PUT Kabupaten RL .

Lokasi penambangan galian C yang kita pantau kelokasi itu diantaranya kegiatan pertambangan oleh PT. TAN IRON INDONESIA, PT CRF dan PT. GAM,”ujar Medi Azwar SH.

Dikatak Kanit ,”Yang mana Untuk hasil ada temuan atau tidak ada temuan pelanggaran dalam kegiatan pertambangan di galian c yang dilakukan oleh ke tiga PT tersebut kita masih menunggu hasil dari pihak DLH Kabupaten RL .

Selain itu ,”Kita akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada PPNS Dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten RL, terkait kegiatan pertambangan Batu sungai atau galian C yang ada di Kecamatan PUT ,”tegas Kanit Tipidter Polres Rejang Lebong .

Sementara itu ,Ketua LSM Pekat Ishak Burmansyah sebagai pelapor atas dugaan peruskan sepadan sungai mengatakan laporan kita itu mengenai adanya dugaan perusakan sepadan sungai atau pengalihan arus sungai yang di lakukan oleh ketiga penambang atau galian c di kecamatan put.

,”Ya kita hari ini (Rabu 2 September 2020) turun langsung ke lokasi bersama pihak terkait ,”ujar ishak.

Dari pantuan kita dilapangan atau di lokasi ketiga galian c itu yakni untuk di lokasi galian C yang ada di sungai kasie oleh PT CRF aliran sungai yang di duga di pindahkan itu sudah di lakukan perbaikan ,berarti laporan kita sudah di laksanakan dan aliran itu sudah di tutup dan di perbaiki ,”katanya saat di lokasi galian c milik CRF.

Sedangkan untuk galian C PT GAM yang ada di aliran sungai belumai kita lihat belum di kembalikan dan belum adanya perbaikan yang mana aliran sungai itu sudah menyempit dan berubah aliran yang mana dulunya aliran itu ada di sebelah kanan kini sudah ada di sebelah kanan itu terlihat badas atau jurang napal ,”paparnya.

Seharusnya itu tidak dilakukan oleh pemilik tambang atau pemilik.galian c,sedangkan untuk galian C milik Tan Iron juga adanya dugaan pengubahan aliran sungai atau sepadan sungai namun kita lihat saja hasilnya nanti ,”terangnya .

Sementara itu ,Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten RL Drs.Darmansyah.melalui kabid Lingkungan Hidup ,AFreda mengatakan,bagusnya pihak LSM Pekat memberitahau kepada kami bagian mana yang rusak,dan mereka harus konfirmasi kepada kita bentuk idial nya seperti apa ,Jadi kalau mereka bilang ada yang rusak.

jangan selalu sepadan sungai yang rusak dan kalau bicara tetang sepadan yang mana yang rusak.kalau dia bilang di arel daratan tidak digali itu salah,boleh mengali tapi harus ada rekomudasi dari teknis,kalau sungai harus ada izin balai sungai 8 palembang.

Artinya ,”Kita dari pihak DLH dikawal bukan tidak dikawal dan disini kita juga harus melihat kata gori sungai itu sungai apa ,apakah sugai perkotan,atau sungai apa sebab sudah diatur dalam permen PU namanya sayang dia lupa permen nomor berapa.di sini dia juga berharap kepada pihak LSM pekat harus Spesipik sebadan yang mana yang akata gori yang rusak,”tandasnya.

Sementara itu,Andri Putra ST Menejer dari PT CRF mengatakan apa yang menjadi temuan oleh pihak LSM Pekat tentang adanya keruskan sepadan sungai itu sudah kita lakukan perbaikan dan tidak ada lagi pengalihan arus sungai ,sebab apa yang kita kerjakan.jika ada teguran dari pihak terkait lamgsung kita lakukan perbaikan ,”Intinya permaslahan sepadan itu sudah cler dan sudah di lakukan perbaikan sesuai yang dikatakan Ishak Burmansyah di lokasi tadi .

Hal senada juga di sampikan Zainal selaku Menejer Tan Iron mengatakan pihaknya siap melakukan perbaikan atas adanya dugaan dari pihak LSM Pekat yang mengatakan adanya keruskan yanh di timbulkan dari aktipitas galian c milik kita ,nah kalau memang ada keruskan pihak kita siap melakukan perbaikan ,sebab setiap manusia tidak luput dari kesalahan ,”ujarnya.

Sebab kita selaku pelaku usaha ini ,akan selalu open terhadap dinas terkait untuk kebaikan bersama ,siap di tegur bila ada kesalahan dan siap juga dalam pengawasan ,jika ada yang rusak kita siap memperbaikinya ,”pungkasnya.(Grng)